Ketika tanaman memasuki fase generatif atau masa pembungaan dan pembuahan yang biasanya intensif pada musim kemarau dengan bantuan irigasi, geser fokus nutrisi ke unsur fosfor dan kalium. Berikan pupuk kaya fosfor dan kalium sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon setiap 2 bulan sekali guna mencegah rontoknya bunga serta meningkatkan ukuran dan tingkat kemanisan buah. Aplikasi pupuk tambahan ini harus diiringi dengan penyiraman air sebanyak 20 liter per pohon setiap 3 hari sekali agar unsur hara larut sempurna ke dalam zona akar.
Cara aplikasi pemupukan yang benar sangat menentukan efektivitas penyerapan nutrisi oleh tanaman jambu biji di pekarangan maupun kebun skala luas. Buatlah parit melingkar di bawah tajuk pohon atau zona perakaran aktif dengan kedalaman 15 hingga 20 centimeter, lalu sebarkan pupuk secara merata di dalam parit tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian. Hindari menaburkan pupuk terlalu dekat dengan pangkal batang utama karena dapat menyebabkan pembusukan jaringan batang akibat kelembapan tinggi dan konsentrasi zat kimia yang terlalu pekat.
Evaluasi rutin terhadap kondisi fisik daun dan tajuk tanaman jambu biji mutlak dilakukan setiap bulan untuk mendeteksi dini gejala defisiensi hara. Jika daun tampak menguning kusam atau pertumbuhan pucuk melambat, segera lakukan pembenahan tanah dengan penambahan kompos matang serta sesuaikan frekuensi pemupukan susulan. Dengan manajemen hara yang disiplin dan konsisten, pohon jambu biji di pekarangan Anda akan terus produktif menghasilkan buah berkualitas tinggi sepanjang tahun.