Penguningan daun memiliki pola yang berbeda tergantung pemicunya, baik dari bagian daun tua di bawah tajuk maupun daun muda di pucuk. Defisiensi unsur hara nitrogen biasanya ditandai dengan daun tua yang menguning merata dari tulang daun hingga tepi daun, lalu gugur secara prematur. Sementara itu, jika penguningan terjadi pada daun muda dengan tulang daun tetap hijau, tanaman mengalami kekurangan zat besi atau magnesium akibat pH tanah yang tidak seimbang.
Selain faktor nutrisi dan air, serangan hama pengisap seperti kutu putih dan thrips menjadi penyebab utama daun menguning pada puncak musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel daun secara masif sehingga mengganggu proses fotosintesis dan memicu timbulnya embun jelaga hitam pada permukaan daun. Jika tidak ditangani dalam rentang waktu 2 hingga 3 minggu, efisiensi pembentukan buah dapat menurun hingga 50 persen.
Langkah pemulihan fisik tanah dilakukan dengan pemberian pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon serta penambahan mulsa jerami setebal 5 hingga 10 sentimeter di sekitar piringan tajuk. Penutup tanah ini terbukti efektif menjaga suhu perakaran tetap stabil di bawah 30 derajat Celsius dan menekan penguapan air tanah selama kemarau panjang.





