Hama pertama adalah lalat buah (Bactrocera spp.). Ciri serangan: buah muda tampak sehat, tetapi saat matang terdapat titik tusukan kecil dan daging buah membusuk, berlubang, serta berulat. Lalat buah aktif pada musim hujan. Pengendalian: bungkus buah sejak pentil dengan kantong plastik atau kertas, pasang perangkap metil eugenol, dan lakukan sanitasi dengan mengumpulkan buah jatuh lalu dikubur dalam.
Hama kedua adalah kutu putih (Planococcus minor). Ciri: terdapat lapisan lilin putih seperti kapas pada tangkai buah, daun, dan batang, serta daun menguning dan keriting. Serangan berat menyebabkan buah gugur. Pengendalian: semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak biji mimba atau air sabun, semai tanaman refugia (bunga matahari, kenikir) untuk musuh alami, dan jika perlu gunakan insektisida kimia sesuai label.
Hama ketiga adalah ulat penggerek buah (Conogethes punctiferalis). Ciri: lubang gerekan pada buah, kotoran hitam keluar, dan buah busuk sebelum matang. Ulat berwarna merah kecoklatan. Pengendalian: bungkus buah, semprot dengan Bacillus thuringiensis (BT) pada sore hari, dan musnahkan buah terserang dengan cara dibakar atau dikubur. Konsultasi dengan penyuluh setempat untuk rekomendasi insektisida spesifik.