Pada 3 bulan pertama setelah penanaman, siram bibit jambu biji 1 sampai 2 kali sehari sebanyak 5 sampai 10 liter air per pohon sesuai dengan tingkat kelembapan tanah. Setelah tanaman berumur di atas 6 bulan, penyiraman dapat dikurangi menjadi 2 sampai 3 kali seminggu pada musim kemarau. Berikan pemupukan susulan setiap 3 bulan sekali menggunakan 200 gram pupuk NPK seimbang 16-16-16 per pohon pada tahun pertama, lalu tingkatkan dosisnya secara bertahap seiring pertumbuhan tajuk tanaman.
Pembentukan tajuk dilakukan saat tanaman berumur 6 bulan dengan memotong batang utama pada ketinggian 80 sampai 100 cm dari permukaan tanah untuk merangsang percabangan primer. Pilih 3 sampai 4 cabang sehat yang menyebar merata, lalu potong kembali ujungnya untuk memicu pertumbuhan cabang sekunder dan tersier. Saat jambu biji mulai berbuah sebesar kelereng atau berdiameter 2 sampai 3 cm, segera bungkus buah menggunakan plastik transparan berlubang kecil di bagian bawah atau kertas semen untuk mencegah serangan hama lalat buah.
Tanaman jambu biji hasil vegetatif umumnya mulai belajar berbuah pada umur 8 sampai 12 bulan setelah tanam dan mencapai produksi optimal pada umur 2 sampai 3 tahun. Panen dapat dilakukan saat kulit buah berubah warna dari hijau tua menjadi hijau kekuningan atau hijau muda mengilap, sekitar 110 sampai 120 hari setelah bunga mekar. Petik buah beserta tangkainya pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk menjaga kualitas kesegaran buah, lalu lakukan pemangkasan pemeliharaan pasjapanen guna merangsang pembentukan tunas bunga baru.





