Saat memasuki musim hujan antara bulan November hingga Februari, kelembapan udara di atas 80 persen memicu lonjakan populasi hama pengisap cairan seperti kutu loncat dan kutu putih pada tunas baru. Pemangkasan bentuk tajuk secara rutin 2 kali setahun sangat penting dilakukan untuk menjaga sirkulasi udara serta memastikan sinar matahari menembus setidaknya 70 persen bagian dalam tajuk pohon durian.
Sanitasi lahan di sekitar piringan pohon sejauh radius 2 meter dari pangkal batang harus dijaga bersih dari gulma dan buah busuk yang jatuh setiap 3 hari sekali. Penggunaan perangkap berbasis lampu LED berdaya 15 watt yang dipasang 1 unit per 500 meter persegi terbukti efektif menangkap ngengat imago penggerek buah sebelum bertelur di malam hari.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) memasukkan pemanfaatan musuh alami seperti semut rangrang dan jamur entomopatogen yang diaplikasikan 14 hari sekali pada sore hari saat cuaca teduh. Kombinasi sanitasi fisik, pembungkusan buah sejak diameter 5 centimeter, dan pengendali ramah lingkungan menjamin kelestarian ekosistem kebun serta hasil panen durian yang mulus.





