Persiapan media tanam dan lubang tanam harus dilakukan dengan cermat sebelum bibit dipindahkan. Buat lubang tanam berukuran 80x80x80 cm minimal 2 hingga 4 minggu sebelum penanaman. Campurkan tanah galian lapisan atas dengan 20 hingga 30 kg pupuk kandang matang yang telah difermentasi sempurna serta 1 kg kapur pertanian atau dolomit jika kondisi tanah terlalu asam. Biarkan lubang terbuka terkena sinar matahari selama 14 hari guna mematikan jamur dan patogen tular tanah sebelum ditutup kembali dengan campuran tanah dan pupuk.
Pemeliharaan rutin meliputi pengairan, pemupukan, dan pemangkasan tajuk tanaman secara berkala. Pada 1 hingga 2 tahun pertama, sirami bibit sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau dengan volume 10 hingga 15 liter per pohon, serta kurangi frekuensi saat musim hujan agar akar tidak tergenang. Berikan pemupukan berkala menggunakan pupuk organik sebanyak 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan. Lakukan pula pemangkasan pemeliharaan untuk membuang cabang air, cabang yang sakit, serta membentuk tajuk pohon agar penerimaan cahaya matahari menjadi optimal.
Proses pembungaan dan pemanenan membutuhkan penanganan khusus agar hasil buah maksimal. Tanaman durian umumnya memerlukan periode stres air singkat selama 3 hingga 4 minggu pada awal musim kemarau di tahun ke-4 atau ke-5 untuk merangsang munculnya kuncup bunga. Setelah bunga mekar dan penyerbukan terjadi, buah akan berkembang dan siap dipanen dalam waktu 110 hingga 130 hari tergantung varietasnya. Buah durian yang siap panen ditandai dengan aroma harum yang tajam, duri yang terasa lentur saat ditekan, atau buah yang terlepas secara alami dari tangkainya.





