Untuk membedakan penyebabnya, perhatikan pola kuning pada tajuk pohon. Jika warna kuning dimulai dari daun tua di bagian bawah lalu merambat ke atas disertai helaian daun yang melengkung ke bawah, hal tersebut umumnya dipicu oleh kekurangan air dan defisiensi Nitrogen. Penyiraman rutin sebanyak 30 hingga 50 liter per pohon muda setiap 2 hari sekali pada sore hari sangat disarankan untuk menjaga kelembapan perakaran.
Sebaliknya, jika warna kuning muncul di antara tulang daun sementara tulang daun tetap berwarna hijau segar, tanaman mengalami kekurangan unsur Magnesium. Kondisi ini sering terjadi pada tanah masam dengan pH di bawah 5,5 yang lazim ditemukan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Penambahan pembenah tanah atau kapur pertanian sebanyak 1 hingga 2 kg per pohon per tahun dapat membantu menetralkan pH tanah.
Apabila daun menguning disertai kelayuan mendadak dan gugur secara masif saat tanah sebenarnya cukup basah, waspadai serangan cendawan Phytophthora palmivora. Penyakit ini menyerang sistem pembuluh akar dan batang, sehingga perbaikan sistem drainase serta pangkasan sanitasi tajuk sebesar 15 hingga 20 persen harus segera dilakukan agar sirkulasi udara di sekitar piringan pohon tetap terjaga.