Penyebab kedua yang paling sering ditemui adalah kurangnya intensitas sinar matahari langsung. Pohon jambu air memerlukan minimal enam hingga delapan jam paparan matahari penuh setiap hari untuk memicu fotosintesis optimal yang menghasilkan cadangan energi untuk pembungaan. Tanaman yang ditanam di bawah naungan bangunan atau pohon besar lain akan mengalami etiolasi dan gagal memproduksi hormon pembungaan secara alami.
Untuk merangsang pembuahan pada musim kemarau, pekebun dapat melakukan teknik stress air dengan cara menghentikan penyiraman selama satu hingga dua minggu hingga daun sedikit layu, lalu dilanjutkan dengan pemupukan tinggi fosfor dan kalium. Selain itu, pemangkasan rutin pada cabang yang air, tumpang tindih, atau tidak produktif wajib dilakukan setiap selesai masa panen untuk membuka tajuk agar cahaya matahari dapat menembus seluruh bagian pohon.
Perawatan intensif ini harus diiringi dengan pembersihan area sekitar perakaran dari gulma dan rumput liar yang sering merebut unsur hara penting. Dengan mengombinasikan pencahayaan maksimal, pengelolaan air yang tepat, dan pemangkasan berkala, pohon jambu air biasanya akan mulai mengeluarkan malai bunga pertama dalam kurun waktu satu hingga dua bulan setelah perlakuan.