Waktu penanaman terbaik di wilayah Indonesia adalah pada awal musim hujan antara bulan November dan Desember agar akar tanaman baru mendapat pasokan air yang cukup tanpa risiko kekeringan ekstrem. Jarak tanam ideal antar pohon alpukat adalah 6x6 meter atau 8x8 meter untuk memberikan ruang tumbuh optimal bagi tajuk pohon dan sirkulasi udara yang mencegah kelembapan berlebih di area kebun.
Perawatan rutin pada masa pertumbuhan meliputi penyiraman dua kali sehari pada musim kemarau dan pengurangan frekuensi saat musim hujan untuk mencegah kebusukan akar akibat genangan air. Lakukan pemangkasan bentuk pada tahun pertama dan kedua untuk menghilangkan tunas air serta membentuk cabang produktif, dilanjutkan dengan pemupukan berimbang setiap tiga bulan sekali menggunakan kompos atau pupuk organik cair.
Memasuki tahun ketiga dan keempat, pohon alpukat akan mulai berbunga dan berbuah, di mana penyerbukan silang antar varietas sering kali membantu meningkatkan persentase buah jadi. Panen buah alpukat dilakukan saat buah sudah tua tetapi belum matang di pohon, ditandai dengan perubahan warna kulit yang agak kusam atau suara biji yang berdetak saat buah diketok perlahan.