Alpukat, Penyakit Alpukat di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati
Wikimedia Commons

Penyakit Alpukat di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penyakit alpukat saat musim hujan dapat diatasi dengan diagnosis gejala yang tepat pada akar, batang, serta daun, diikuti perbaikan drainase dan sanitasi kebun.

Jawaban singkat

Tingginya curah hujan di Indonesia pada periode November hingga April menciptakan lingkungan lembap yang sangat disukai oleh patogen jamur dan bakteri penyerang tanaman alpukat. Genangan air di sekitar piringan pohon yang berlangsung lebih dari 24 jam dapat memicu kebusukan akar akut, yang sering kali terlambat disadari oleh para petani hingga tajuk pohon tampak merana.

Ringkas: Alpukat

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram teratur 1-2 kali sehari saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun dengan puncak tanam di musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap genangan air pada bagian perakarannya.

Untuk mengenali masalah secara akurat, lakukan diagnosis diferensial dengan memeriksa bagian akar, batang, daun, dan buah secara menyeluruh. Jika daun menguning merata disertai kerontokan masif dan batang bawah basah, kecurigaan utama jatuh pada jamur Phytophthora cinnamomi. Namun, jika gejala berupa bintik hitam meluas pada daun muda dan buah yang membusuk cekung, maka serangan antraknosa adalah penyebab utamanya.

Pengendalian penyakit pada musim hujan memerlukan penanganan terpadu dengan pemangkasan tajuk sebanyak 15 hingga 20 persen untuk memperbaiki sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari. Aplikasi agens hayati seperti Trichoderma sp. sebanyak 50 hingga 100 gram per pohon yang dicampur dengan kompos matang dapat diberikan setiap 2 minggu sekali untuk menekan populasi jamur jahat di dalam tanah.

Selain sanitasi, pembuatan parit drainase keliling setinggi 30 hingga 50 sentimeter di sekitar piringan sangat krusial agar air hujan segera mengalir keluar dari area perakaran. Apabila serangan penyakit sudah mencapai tingkat parah, penggunaan fungisida terdaftar harus dilakukan secara bijak sesuai petunjuk label resmi dengan mempertimbangkan panduan teknis dari petugas setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Akar Phytophthora

Ciri: Daun menguning layu secara serentak, kerontokan daun masif, dan jaringan kayu di pangkal batang berwarna cokelat kehitaman berair.

Solusi: Buat parit drainase untuk membuang genangan air, kocor perakaran dengan agens hayati Trichoderma, dan kurangi pemberian pupuk nitrogen tinggi.

Antraknosa (Colletotrichum)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman melingkar pada daun muda, bunga gugur, dan buah memiliki bercak membusuk cekung berwarna gelap.

Solusi: Pangkas cabang yang terlalu rapat untuk mengurangi kelembapan, buang buah yang terinfeksi jauh dari kebun, dan semprot fungisida pelindung.

Kanker Batang

Ciri: Batang utama mengeluarkan getah berwarna cokelat kemerahan yang mengering menjadi serbuk putih, disertai kulit batang yang mengelupas.

Solusi: Kerok jaringan kulit batang yang sakit hingga bersih ke bagian sehat, lalu oleskan bubur bordo atau penutup luka tanaman.

Bercak Daun Cercospora

Ciri: Bercak bersudut kecil berwarna keabu-abuan dengan tepi cokelat tua pada daun serta bintik kasar pada kulit buah.

Solusi: Bersihkan daun-daun gugur di piringan pohon dan semprot fungisida hayati secara berkala saat pembentukan daun muda.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi kebun dengan memotong cabang atau ranting yang terinfeksi minimal 15 cm di bawah batas jaringan yang sakit.
  2. Buat atau perbaiki parit drainase di sekeliling piringan pohon dengan kedalaman 30-40 cm agar air hujan tidak tergenang di pangkal batang.
  3. Taburkan agens hayati Trichoderma spp. yang telah dicampur dengan pupuk kandang matang pada area perakaran setiap 2 minggu selama musim hujan.
  4. Semprotkan bahan pengendali penyakit sesuai anjuran label pada pagi hari saat cuaca cerah, fokus pada bagian bawah daun dan buah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun alpukat saya menguning dan rontok saat musim hujan?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelebihan air yang memicu busuk akar akibat jamur Phytophthora karena struktur tanah terlalu padat atau drainase yang buruk.

Bagaimana cara membedakan serangan Antraknosa dan Cercospora pada alpukat?

Antraknosa menghasilkan bercak cokelat basah yang meluas cepat dan cekung pada buah, sedangkan Cercospora membentuk bercak bersudut kecil yang kaku dengan tepi bergaris jelas.

Apakah boleh mengoleskan penutup luka setelah memangkas dahan alpukat?

Boleh, pengolesan pasta penutup luka atau fungisida tembaga sangat dianjurkan untuk mencegah spora jamur masuk melalui bekas pangkasan.

Seberapa sering agens hayati Trichoderma harus diberikan pada tanaman alpukat?

Pada musim hujan, Trichoderma ideal diberikan setiap 2-4 minggu sekali pada area piringan pohon sebagai langkah pencegahan infeksi akar.

Apakah buah alpukat yang terkena antraknosa masih aman dikonsumsi?

Bagian daging buah yang belum membusuk masih aman dikonsumsi setelah bagian yang menghitam dibuang, namun kualitas rasa dan daya simpannya sudah menurun.

Lebih lanjut tentang Alpukat

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.