Pola penyiraman harus disesuaikan secara cermat dengan kondisi musim. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon setiap 2 atau 3 hari sekali agar kelembapan tanah tetap terjaga. Memasuki musim hujan, hentikan penyiraman manual sepenuhnya dan buat parit drainase melingkar setinggi 20 sentimeter di sekeliling piringan pohon untuk mencegah air mengendap di area perakaran.
Pemberian nutrisi yang seimbang sangat menentukan tingkat kesuburan dan pembentukan buah. Berikan pupuk organik matang seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap 4 bulan sekali. Pada masa pertumbuhan vegetatif, tambahkan pupuk kaya nitrogen untuk mempercepat pembentukan daun, sedangkan saat memasuki fase generatif menjelang musim berbunga, alihkan fokus pemberian nutrisi pada unsur fosfor dan kalium.
Pemangkasan pemeliharaan dan sanitasi kebun wajib dilakukan secara berkala. Lakukan pemangkasan bentuk pada pohon muda usia 1 sampai 2 tahun untuk membentuk struktur cabang utama yang seimbang. Potong tunas air, cabang mati, serta daun yang terserang hama secara rutin setiap 6 bulan sekali agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari dapat menembus seluruh bagian tajuk secara merata.




