Pada fase vegetatif atau pertumbuhan aktif, yang ditandai dengan munculnya tunas daun baru, pemupukan dapat dilakukan setiap 4 hingga 6 minggu sekali. Gunakan pupuk NPK seimbang dengan konsentrasi yang sangat encer, yaitu seperempat dari dosis standar yang tertera pada kemasan (sekitar 0,5 gram per liter air). Aplikasikan pupuk cair ini langsung ke media tanam pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB setelah media disiram sedikit air bersih terlebih dahulu.
Memasuki fase generatif saat muncul calon tangkai bunga, kebutuhan nutrisi sukulen bergeser ke unsur fosfor dan kalium tinggi guna mendukung pembentukan bunga yang kokoh. Pemupukan pada fase ini dilakukan 1 kali dalam sebulan menggunakan pupuk khusus pembungaan berformula fosfor dan kalium tinggi yang diencerkan hingga 25 persen dari dosis lazim. Pastikan larutan pupuk tidak mengenai rosette atau lipatan daun sukulen agar tidak meninggalkan bercak putih atau memicu pembusukan.
Saat memasuki puncak musim hujan dengan kelembapan udara di atas 80 persen, sukulen akan memasuki masa istirahat atau dormansi relatif sehingga kegiatan pemupukan harus dihentikan total. Aplikasi pupuk saat kelembapan tinggi dan sinar matahari minim dapat menyebabkan penumpukan garam hara pada media tanam yang membakar akar halus. Lakukan pembilasan media tanam atau flushing dengan air bersih sebanyak 500 ml per pot setiap 3 bulan sekali untuk membuang sisa garam mineral yang mengendap.






