Media tanam memegang peranan krusial dalam keberhasilan budidaya sukulen di dalam maupun luar ruangan. Gunakan campuran media yang sangat porous dengan perbandingan tanah kebun, pasir malang, dan sekam bakar atau sekam mentah setara satu berbanding satu berbanding satu untuk memastikan air sisa penyiraman langsung mengalir keluar dari lubang pot. Hindari menggunakan tanah liat murni atau media padat yang menahan air terlalu lama karena akar sukulen sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih yang konstan sepanjang hari.
Frekuensi penyiraman sukulen sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kelembapan lingkungan sekitar tempat Anda menanam. Pada musim kemarau, sukulen biasanya hanya perlu disiram setiap tujuh hingga sepuluh hari sekali, sementara pada musim penghujan frekuensinya harus dikurangi menjadi dua minggu sekali atau bahkan lebih lama jika media tanam masih terasa lembap saat disentuh hingga kedalaman dua sentimeter. Gunakan metode penyiraman rendam atau siram langsung ke media tanam secara perlahan tanpa membasahi bagian roset daun guna mencegah timbulnya jamur.
Pemupukan sukulen sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan untuk menghindari pertumbuhan vegetatif yang terlalu cepat namun rapuh. Berikan pupuk organik cair atau pupuk lepas lambat dengan kandungan nitrogen rendah sebanyak satu kali dalam rentang waktu dua bulan sekali pada periode pertumbuhan aktif. Selalu lakukan sanitasi rutin dengan membersihkan daun-daun kering di bagian bawah tanaman guna mencegah datangnya hama kutu putih yang sering bersembunyi di balik lipatan daun yang rimbun.