Media tanam yang terlalu padat seperti tanah kebun biasa tanpa campuran bahan berporositas tinggi menjadi pemicu utama pembusukan. Racikan media ideal untuk wilayah tropis basah membutuhkan kombinasi 60 hingga 70% bahan poros seperti pasir malang atau batu apung berukuran 2-5 mm, dipadukan dengan 30 hingga 40% bahan organik berupa sekam bakar atau kompos steril.
Penggunaan wadah atau pot tanpa lubang drainase berdiameter minimal 1 cm di bagian dasar akan menahan sisa air siraman. Saat akar terendam air tergenang lebih dari 24 jam, pasokan oksigen di area perakaran terhenti total. Kondisi anaerobik ini memicu perkembangan jamur patogen tanah yang dengan cepat merusak jaringan perakaran sukulen.
Langkah penyelamatan sukulen dapat dilakukan dengan segera membongkar tanaman dari potnya. Potong seluruh bagian akar yang berwarna hitam lembek hingga tersisa jaringan sehat berwarna putih segar. Angin-anginkan sukulen di tempat teduh bersirkulasi udara lancar selama 3 hingga 5 hari sampai luka potongan membentuk kalus sebelum ditanam kembali pada media yang baru.






