Hama pengisap cairan seperti kutu putih (mealybug) dan kutu sisik sering kali tersembunyi di ketiak daun atau di bawah lipatan daun yang rapat. Jika dibiarkan selama 7 hingga 14 hari tanpa penanganan, jaringan daun akan melunak, menguning, dan akhirnya membusuk. Serangan pada bagian akar bahkan lebih berbahaya karena tidak terlihat dari luar sampai tanaman menunjukkan gejala layu yang parah.
Pengendalian hama sukulen memerlukan pendekatan mekanis dan kultur teknis yang disiplin sebelum memutuskan penggunaan bahan pengendalian eksternal. Petani dan pekebun rumahan disarankan mengurangi frekuensi penyiraman menjadi 10 hingga 14 hari sekali saat tanaman terindikasi stres akibat hama. Pengurangan kadar air pada media tanam membantu menekan perkembangbiakan hama yang menyukai lingkungan lembap.
Integrasi sanitasi lingkungan tempat tumbuh, seperti membersihkan gulma dan memberikan jarak antar pot minimal 10 sentimeter, sangat efektif menekan penyebaran hama. Lakukan pemeriksaan rutin seminggu sekali pada pagi hari saat cahaya matahari memadai. Langkah pencegahan awal ini jauh lebih murah dan aman daripada melakukan tindakan pemulihan saat tanaman sudah mengalami kerusakan berat.






