Kutu putih (Planococcus spp.) tampak seperti kapas putih di sela daun atau batang. Daun menjadi kuning, keriput, dan pertumbuhan terhambat. Semut sering hadir karena memakan embun madu yang dikeluarkan kutu. Kutu sisik (Coccidae) menempel seperti bintik cokelat/krem di permukaan daun atau batang, sulit dikelupas. Daun menguning dan rontok. Tungau merah (Tetranychus spp.) menyebabkan bintik kuning atau perak pada daun, disertai jaring halus di bawah daun atau sela batang. Daun mengering dan gugur.
Pengendalian dimulai dengan isolasi tanaman terserang. Untuk serangan ringan, bersihkan hama dengan kapas basah atau sikat halus yang dicelup alkohol 70%. Semprot dengan air bertekanan untuk membuang kutu. Untuk tungau, tingkatkan kelembapan dengan menyemprot air di sekitar tanaman. Hindari penggunaan pestisida kimia tanpa konsultasi karena sukulen rentan terbakar. Gunakan insektisida nabati seperti minyak neem (1 sdt per liter air, semprot tiap 5-7 hari) atau larutan sabun insektisida (1 sdt sabun cair per liter air).
Pencegahan adalah kunci: karantina tanaman baru selama 2 minggu, jaga sirkulasi udara baik, hindari penyiraman berlebihan, dan periksa rutin setiap minggu. Jika serangan parah dan tidak terkendali, bawa sampel ke BPP atau penyuluh pertanian terdekat untuk identifikasi dan rekomendasi pengendalian terpadu.