Saat menanam bibit sukulen, pastikan bagian pangkal batang tertanam setinggi 1 sampai 2 cm di dalam media. Setelah ditanam, jangan langsung disiram; biarkan tanaman beradaptasi selama 3 sampai 5 hari di tempat teduh bersirkulasi udara baik. Lakukan penyiraman secara berkala setiap 7 hingga 10 hari sekali pada musim kemarau, dan kurangi menjadi 14 hari sekali pada musim hujan dengan cara menyiram media secara langsung tanpa membasahi daunnya.
Sukulen membutuhkan paparan sinar matahari tidak langsung selama 4 hingga 6 jam setiap hari. Di Indonesia, letakkan tanaman di bawah naungan paranet 50% atau di teras rumah yang menghadap ke timur agar mendapat sinar matahari pagi dari jam 07.00 hingga 10.00. Berikan pupuk organik cair bermikroba atau pupuk NPK berimbang dengan konsentrasi sangat encer setiap 1 bulan sekali pada masa pertumbuhan aktif.
Setelah berumur 6 hingga 12 bulan, sukulen dewasa akan menghasilkan anakan di sekitar pangkalnya yang siap dipanen untuk dibudidayakan kembali. Proses panen anakan dilakukan dengan memotong pangkal anakan menggunakan pisau steril, lalu dikeringanginkan selama 2 hari sebelum ditanam ke media baru. Perbanyakan ini menjaga tanaman induk tetap rapi sekaligus memperbanyak koleksi sukulen Anda secara berkelanjutan.






