Penyebab paling umum dari daun keriting adalah penyiraman yang kurang tepat. Saat musim kemarau, penguapan berjalan sangat cepat sehingga jadwal penyiraman yang biasanya 14 hari sekali mungkin perlu ditingkatkan menjadi 7 hingga 10 hari sekali tergantung media tanam. Namun, jangan menyiram jika media tanam masih basah. Lakukan penyiraman secara menyeluruh (deep watering) hingga air keluar dari lubang drainase pot pada pagi hari sebelum jam 8 agar tanaman sempat menyerap air sebelum terik matahari siang.
Masalah media tanam juga sangat menentukan kesehatan daun. Campuran media tanam yang ideal untuk sukulen di Indonesia terdiri dari pasir malang, sekam bakar, dan sedikit pupuk kompos dengan perbandingan 2:2:1. Porositas yang tinggi memastikan air tidak menggenang di area perakaran. Jika media terlalu padat, air tidak dapat meresap ke akar bawah, menyebabkan daun bagian bawah berkerut dan keriting karena kehausan meski bagian atas tanah terlihat basah.
Selain faktor air, pencahayaan matahari langsung di pertengahan kemarau dapat membakar jaringan daun dan membuatnya mengerut. Gunakan paranet atau jaring naungan 50 persen jika meletakkan sukulen di luar ruangan. Lakukan pemeriksaan rutin seminggu sekali pada lipatan daun untuk memastikan tidak ada kutu putih atau hama lain yang mengisap cairan daun, yang juga bisa menyebabkan daun tumbuh bengkok dan keriting secara permanen.






