Penyebab paling umum adalah underwatering atau kekurangan air. Saat musim kemarau, tanah cepat kering. Jika sukulen tidak mendapat cukup air, daun akan mengerut dan keriting untuk mengurangi penguapan. Ciri khasnya: daun terasa kering, tipis, dan keriput. Solusinya adalah menyiram lebih sering, misalnya setiap 3-4 hari sekali, tergantung jenis sukulen dan media tanam.
Sebaliknya, overwatering juga bisa menyebabkan daun keriting, tapi disertai gejala lain seperti daun menguning, lembek, atau busuk. Akar yang tergenang air akan membusuk dan tidak bisa menyerap nutrisi. Ciri khas: daun keriting namun terasa lembek dan berair. Segera hentikan penyiraman, pindahkan ke pot dengan drainase baik, dan ganti media tanam yang porous.
Penyebab lain meliputi serangan hama seperti kutu putih (mealybug) atau tungau. Hama ini mengisap cairan daun sehingga daun keriting dan timbul bercak. Periksa bagian bawah daun dan sela-sela batang. Jika ada hama, bersihkan dengan alkohol 70% menggunakan kapas, atau semprotkan insektisida nabati seperti larutan neem oil. Pastikan juga sukulen mendapat cukup cahaya, karena kekurangan sinar matahari bisa menyebabkan daun tumbuh memanjang dan keriting.