Saat memasuki fase pertumbuhan aktif tanaman dewasa di pertengahan musim kemarau dari Juni hingga September, metabolisme tanaman berada pada tingkat optimal. Pemberian hara dapat dilakukan dengan frekuensi 6 minggu sekali menggunakan larutan pupuk NPK seimbang sebanyak 200 ml per pot diameter 25 cm, atau dengan mengaplikasikan 5 hingga 10 gram pupuk butiran lambat urai pada permukaan media tanam agar struktur daun tetap tebal dan kokoh.
Memasuki fase istirahat di musim hujan yang berlangsung antara Oktober hingga Maret, kelembapan udara meningkat dan fotosintesis tanaman melambat. Pada periode ini, frekuensi pemupukan dikurangi menjadi 8 hingga 12 minggu sekali atau dihentikan sementara jika media tanah terus basah. Pengurangan ini penting untuk mencegah akumulasi garam mineral yang berisiko merusak sistem perakaran sukulen.
Pada fase pemulihan setelah proses repotting atau pemisahan rumpun, pemberian pupuk kimia cair sebaiknya ditunda selama 3 hingga 4 minggu pertama hingga akar baru terbentuk. Sebagai gantinya, tambahkan 1 hingga 2 genggam atau sekitar 50 gram kompos matang ke dalam campuran media tanam awal untuk merangsang adaptasi akar secara alami tanpa risiko pembakaran jaringan.






