Memasuki fase pertumbuhan aktif atau pembentukan anakan, Lidah Mertua memerlukan tambahan nutrisi mikro seperti kalsium dan magnesium untuk memperkuat dinding sel daun agar tidak mudah rebah atau patah. Frekuensi pemupukan dapat sedikit ditingkatkan menjadi setiap enam minggu sekali menggunakan pupuk lepas lambat yang dicampurkan merata ke dalam media tanam pot berukuran 30 sentimeter. Pastikan media tanam memiliki drainase yang sangat baik dengan mencampurkan pasir malang dan sekam bakar agar sirkulasi udara di dalam tanah tetap lancar dan akar dapat menyerap nutrisi secara optimal tanpa hambatan. Jangan pernah memberikan pupuk dalam bentuk cair pekat langsung pada daun yang masih muda karena dapat menyebabkan gejala terbakar dan meninggalkan noda kecokelatan yang permanen.
Pada fase dewasa atau ketika tanaman sudah mencapai tinggi maksimal sekitar 60 hingga 100 sentimeter, kebutuhan nutrisi Lidah Mertua akan menurun drastis sehingga frekuensi pemupukan cukup dikurangi menjadi tiga atau empat bulan sekali saja. Di fase ini, pilih jenis pupuk yang memiliki kandungan fosfor dan kalium yang sedikit lebih tinggi untuk menjaga kesehatan jaringan tanaman serta mempertahankan ketahanan alami terhadap serangan hama kutu putih. Pemberian pupuk organik matang seperti kompos cacing dalam jumlah satu genggam setiap tiga bulan di atas permukaan media tanam sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah secara alami. Selalu siram tanaman secara menyeluruh sehari sebelum dan sesudah proses pemupukan untuk memastikan akar dapat mendistribusikan unsur hara secara merata ke seluruh bagian daun tanpa mengalami kejenuhan garam mineral.
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula adalah memberikan dosis pupuk kimia yang terlalu tinggi dengan dalih ingin mempercepat pertumbuhan, padahal hal tersebut justru merusak sistem perakaran dan membuat daun menjadi lemas. Apabila Anda melihat ujung daun mulai menguning atau bagian dasarnya melunak, segera hentikan segala bentuk pemupukan dan lakukan penggantian media tanam dengan media baru yang steril dan poros. Konsultasikan selalu kondisi tanaman Anda dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian setempat apabila menemui kendala spesifik yang tidak kunjung membaik. Dengan mengikuti jadwal dan takaran yang tepat sesuai fase pertumbuhannya, Lidah Mertua Anda akan tumbuh rimbun, bersih, dan menampilkan corak warna daun yang kontras serta menawan.