Penyebab utama busuk akar adalah overwatering dan drainase buruk. Media tanam yang terlalu basah akibat penyiraman berlebihan atau air hujan tergenang di pot menyebabkan akar kekurangan oksigen dan membusuk. Ciri khas: akar lembek dan berair, daun bagian bawah menguning. Solusi: kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1-2 minggu sekali saat musim kemarau, dan pastikan pot berlubang drainase. Jika sudah parah, ganti media tanam dengan campuran 2 bagian tanah, 1 bagian pasir, dan 1 bagian sekam bakar.
Penyebab kedua adalah serangan jamur patogen tular tanah seperti Fusarium atau Phytophthora. Ciri pembeda: selain akar busuk, muncul bercak cokelat pada pangkal daun, dan terkadang miselium putih pada media. Jamur ini berkembang cepat di kondisi lembap. Solusi: potong bagian busuk dengan pisau steril, oleskan fungisida berbahan aktif benomil atau mankozeb sesuai dosis pada label, lalu tanam kembali di media baru yang steril. Jangan menyiram berlebihan setelah perlakuan.
Penyebab ketiga adalah hama seperti kutu putih (mealybug) yang menyerang akar. Ciri: ada serbuk putih seperti kapas pada akar dan pangkal daun, daun menguning dan kerdil. Solusi: bersihkan akar dengan air mengalir, semprotkan insektisida sistemik berbahan imidakloprid sesuai aturan pakai, dan isolasi tanaman dari yang lain. Untuk pencegahan, gunakan media tanam yang porous dan hindari genangan air.