Gejala pembusukan akar sering dimulai secara tersembunyi di bawah permukaan tanah. Daun bagian bawah akan mulai menguning, terasa lembek saat dipencet, dan akhirnya terkulai layu. Jika tanaman dibongkar, akar yang sehat berwarna putih kekuningan dan keras akan berubah menjadi hitam, cokelat tua, berlendir, serta mengeluarkan bau membusuk yang khas.
Untuk menyelamatkan tanaman yang mengalami busuk akar, langkah cepat harus segera diambil sebelum infeksi merambat ke seluruh mahkota daun. Anda perlu membongkar pot, membuang media tanam lama yang terlalu basah, dan memotong seluruh jaringan akar yang terinfeksi menggunakan alat potong yang bersih. Pengeringan luka bekas potongan selama 1 hingga 2 hari sangat krusial agar patogen tidak masuk kembali.
Pencegahan berulang dilakukan dengan mengatur frekuensi penyiraman menjadi 1 kali setiap 10 hingga 14 hari selama musim hujan. Pastikan media tanam menggunakan formulasi sangat porous dengan porositas tinggi, seperti campuran sekam bakar dan pasir malang. Pot juga wajib memiliki lubang drainase yang cukup agar air siraman langsung mengalir keluar tanpa mengendap.






