Lidah Mertua, Cara Merawat Lidah Mertua Agar Subur dan Tumbuh Sehat
tonrulkens / BY-SA

Cara Merawat Lidah Mertua Agar Subur dan Tumbuh Sehat

Merawat lidah mertua sangat mudah dilakukan dengan mengatur penyiraman berkala, pencahayaan yang cukup, dan penggunaan media tanam porous di iklim tropis.

Jawaban singkat

Lidah mertua (Sansevieria) merupakan tanaman hias sukulen yang sangat populer di Indonesia karena kemampuannya bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan dan menyaring polutan udara. Untuk merawatnya dengan optimal, pastikan tanaman ditempatkan pada area yang mendapatkan cahaya matahari tidak langsung selama 4 hingga 6 jam setiap hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Ringkas: Lidah Mertua

Cahaya
Cahaya terang tidak langsung (4-6 jam sehari)
Penyiraman
Sangat sedikit, siram saat media kering
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat toleran terhadap kekeringan dan minim perawatan.

Kunci utama keberhasilan merawat lidah mertua terletak pada pengaturan penyiraman yang tepat sesuai musim di Indonesia. Pada musim kemarau, siram tanaman cukup 1 kali setiap 7 hingga 10 hari, sedangkan pada musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali setiap 2 hingga 3 minggu atau saat media tanam benar-benar kering hingga kedalaman 3 sentimeter.

Penggunaan media tanam yang porous sangat krusial untuk mencegah pembusukan akar akibat kelembapan berlebih. Campuran media tanam yang ideal terdiri dari tanah topsoil, sekam bakar, dan pasir malang dengan perbandingan 1:1:1, yang ditempatkan pada pot berdrainase baik dengan diameter 15 hingga 20 sentimeter.

Pemupukan rutin menggunakan pupuk organik cair atau pupuk majemuk NPK seimbang dapat dilakukan setiap 4 minggu sekali pada masa pertumbuhan aktif. Pembersihan daun menggunakan kain basah secara berkala setiap 2 minggu sekali juga penting untuk menjaga estetika serta mengoptimalkan proses fotosintesis tanaman.

Langkah-langkah

  1. Menyiapkan pot berukuran diameter 15 sampai 20 sentimeter yang memiliki lubang drainase lancar di bagian dasar.
  2. Meracik media tanam porous menggunakan campuran tanah, sekam bakar, dan pasir malang dengan perbandingan 1:1:1.
  3. Menempatkan pot di lokasi terang yang menerima cahaya matahari tidak langsung selama 4 hingga 6 jam sehari.
  4. Melakukan penyiraman secara berkala setiap 7 sampai 10 hari sekali dan pemupukan NPK seimbang tiap 4 minggu sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa sering lidah mertua harus disiram?

Penyiraman dilakukan 7 hingga 10 hari sekali pada musim kemarau dan 2 hingga 3 minggu sekali pada musim hujan.

Bolehkah lidah mertua ditaruh di dalam kamar tidur?

Sangat boleh, karena tanaman ini mampu melepaskan oksigen dan menyerap zat polutan pada malam hari.

Mengapa daun lidah mertua menjadi lembek dan terkulai?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh frekuensi penyiraman yang terlalu sering sehingga akar membusuk.

Jenis media tanam apa yang paling cocok untuk lidah mertua?

Campuran tanah topsoil, sekam bakar, dan pasir malang perbandingan 1:1:1 yang sangat porous.

Berapa kali lidah mertua perlu diberi pupuk?

Berikan pupuk NPK seimbang atau pupuk organik cair setiap 4 minggu sekali pada masa pertumbuhan.

Lebih lanjut tentang Lidah Mertua

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.