Pencahayaan: Lidah mertua menyukai cahaya terang tidak langsung. Tempatkan di dekat jendela yang mendapat sinar matahari pagi atau sore. Jika ditempatkan di ruangan dengan cahaya minim, pertumbuhan akan lambat dan warna daun memudar. Di luar ruangan, hindari sinar matahari langsung yang terik (terutama pukul 10.00-15.00) karena dapat membakar daun. Untuk varietas beraneka ragam (variegata), cahaya lebih banyak diperlukan untuk mempertahankan corak.
Penyiraman: Ini adalah aspek paling kritis. Lidah mertua menyimpan air di daunnya yang tebal, sehingga lebih tahan kekeringan daripada kebanyakan tanaman hias. Siram hanya saat media tanam benar-benar kering, biasanya setiap 2-3 minggu sekali di musim kemarau, dan setiap 3-4 minggu sekali di musim hujan. Gunakan jari untuk mengecek kelembaban tanah sedalam 2-3 cm. Jika masih lembap, jangan disiram. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang menyebabkan busuk akar.
Media tanam dan pemupukan: Gunakan media tanam yang porous, seperti campuran tanah, pasir, dan sekam bakar atau cocopeat dengan perbandingan 1:1:1. Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk NPK seimbang (misal 16-16-16) dengan dosis setengah dari yang dianjurkan pada kemasan. Di musim hujan, kurangi frekuensi pemupukan karena tanah lebih lembap. Pindahkan ke pot yang lebih besar setiap 1-2 tahun jika akar sudah memenuhi pot. Perbanyakan bisa dilakukan dengan stek daun atau pemisahan anakan.