Langkah pertama penanganan adalah membongkar media tanam secara hati-hati untuk memeriksa kesehatan sistem akar di dalam pot. Media tanam yang ideal untuk Lidah Mertua di Indonesia harus sangat porous, terdiri dari campuran pasir malang, sekam bakar, dan tanah dengan perbandingan 2:2:1 agar air tidak pernah menggenang. Jika akar berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk, itu adalah tanda klasik busuk akar yang membutuhkan pemangkasan total pada bagian yang sakit sebelum ditanam ulang.
Frekuensi penyiraman selama musim kemarau sebaiknya dibatasi hanya ketika media tanam benar-benar kering hingga kedalaman lima sentimeter, biasanya cukup satu kali dalam rentang waktu tujuh hingga sepuluh hari. Hindari menyiram daun secara langsung pada sore menjelang malam hari karena kelembapan yang terjebak di sela-sela daun dapat memicu perkembangan jamur patogen. Letakkan pot di tempat teduh sementara waktu selama masa pemulihan agar tanaman tidak mengalami stres tambahan akibat terik matahari langsung.
Apabila setelah pengecekan akar ditemukan bahwa jaringan umbi dan rimpang masih keras serta berwarna putih bersih, layu tersebut murni karena dehidrasi parah akibat kekeringan ekstrem. Lakukan penyiraman rendaman (metode celup pot) selama 15 menit agar air meresap sempurna ke dalam pori-pori media tanam yang mengeras. Dengan perawatan yang disiplin dan pencahayaan yang pas, daun Lidah Mertua yang tadinya lemas akan berangsur-angsur kembali tegak kokoh menghiasi pekarangan.