Gejala awal yang sering dijumpai oleh para pekebun rumahan adalah munculnya bercak basah, daun yang mendadak lunak, atau pangkal batang yang menguning dan mudah roboh. Jika Anda menemukan gejala ini, sangat penting untuk tidak langsung menyiramnya lagi dan segera membongkar media tanam untuk memeriksa kondisi perakarannya. Diagnosis yang akurat sangat menentukan keberhasilan penyelamatan tanaman, apakah masalahnya berasal dari serangan jamur di akar atau infeksi bakteri akibat luka mekanis pada daun.
Langkah penanganan yang paling esensial adalah memotong bagian tanaman yang sudah membusuk menggunakan alat yang steril dan tajam, lalu mengangin-anginkannya di tempat teduh selama dua hingga tiga hari agar luka potongan mengering secara alami. Setelah itu, tanam kembali Lidah Mertua menggunakan media baru yang memiliki tingkat porositas tinggi, seperti campuran sekam bakar, pasir malang, dan kompos dengan perbandingan seimbang agar air sisa siraman langsung mengalir keluar.
Untuk pencegahan jangka panjang di musim hujan, letakkan pot di teras rumah atau area yang terlindung dari cipratan air hujan langsung namun tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Kurangi frekuensi penyiraman secara drastis, cukup berikan air setiap dua atau tiga minggu sekali setelah Anda memastikan bahwa media tanam di dalam pot benar-benar kering hingga ke bagian dasar.