Penyebab utama kegagalan merawat lidah mertua di musim hujan adalah kombinasi antara penyiraman yang terlalu sering dan drainase pot yang tersumbat. Ketika media tanam tergenang air lebih dari 2 hari berturut-turut, oksigen di dalam tanah berkurang drastis sehingga menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan patogen jamur dan bakteri jahat. Gejala awal biasanya berupa perubahan warna daun menjadi kekuningan atau munculnya bercak kebasah-basahan.
Untuk memulihkan tanaman yang sakit, tindakan pertama yang wajib dilakukan adalah menghentikan penyiraman dan mengganti media tanam dengan racikan yang lebih porous. Gunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan tanah topsoil dengan perbandingan volume 2:2:1. Pada periode musim hujan, frekuensi penyiraman cukup dilakukan 10 hingga 14 hari sekali, atau hanya ketika media tanam sudah benar-benar kering hingga kedalaman 5 sentimeter.
Pemangkasan bagian tanaman yang terserang penyakit harus dilakukan menggunakan alat potong yang telah disterilkan dengan alkohol 70 persen. Langkah ini mencegah penularan spora jamur atau sel bakteri ke bagian jaringan yang masih sehat. Untuk perlindungan lanjutan, pembudidaya dapat mengaplikasikan agen hayati atau bahan pelindung tanaman sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan produk.






