Persiapan media tanam dilakukan dengan mencampurkan tanah subur, sekam bakar, dan pasir malang menggunakan perbandingan 1:1:1. Kombinasi ini menghasilkan media yang poros sehingga air tidak menggenang di area perakaran. Bibit berupa pemisahan anakan yang memiliki 3 hingga 5 helai daun ditanam dengan kedalaman 3 hingga 5 centimeter di tengah pot, lalu dipadatkan secara perlahan di sekitar pangkal batang.
Pemeliharaan rutin lidah mertua tergolong sangat efisien dan tidak menyita waktu. Penyiraman dilakukan cukup 1 kali setiap 7 hingga 10 hari pada musim kemarau, dan diperpanjang menjadi 14 hari sekali pada musim hujan saat kelembapan udara tinggi. Pemupukan susulan menggunakan pupuk kompos padat sebanyak 50 gram per pot diberikan setiap 1 hingga 2 bulan sekali untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro.
Memasuki usia 6 hingga 12 bulan, lidah mertua umumnya telah berkembang pesat dan menghasilkan 2 hingga 4 anakan baru di sekitar rimpang induk. Anakan yang telah berukuran minimal 15 centimeter siap untuk dipanen atau dipisahkan menjadi tanaman baru. Proses pemisahan sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB agar tanaman cepat beradaptasi di wadah yang baru.






