Diagnosis pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kelembapan tanah hingga kedalaman lima sentimeter menggunakan jari tangan Anda sebelum memutuskan untuk memberikan air. Di iklim tropis Indonesia, lidah mertua hanya memerlukan penyiraman setiap tujuh hingga sepuluh hari sekali pada musim kemarau agar media tanamnya tidak terlalu basah yang memicu kebusukan akar.
Selain faktor air, pencahayaan yang terlalu menyengat secara langsung tanpa adaptasi bertahap dapat menyebabkan jaringan sel daun mengalami dehidrasi cepat dan berujung pada kekeritingan. Sebaliknya, kurangnya sirkulasi udara di area pekarangan rumah yang sempit juga kerap memicu perkembangbiakan hama kecil yang bersembunyi di balik lipatan daun.
Langkah pemulihan harus dilakukan secara bertahap dengan memangkas bagian daun yang sudah rusak parah menggunakan alat potong steril dan menempatkan pot di lokasi teduh dengan sirkulasi udara lancar. Pemupukan organik secukupnya dapat diberikan setiap satu bulan sekali menggunakan kompos matang untuk mengembalikan vigor tanaman tanpa membakar sistem akarnya.