Pada fase vegetatif (tanaman muda atau setelah pemangkasan), fokus pada nitrogen tinggi untuk mendorong pertumbuhan daun baru. Gunakan pupuk NPK dengan perbandingan tinggi N, misalnya 20-10-10, setiap 2 minggu sekali dengan dosis setengah dari anjuran label. Aplikasikan saat pagi atau sore hari agar pupuk tidak menguap. Pada fase pemeliharaan (tanaman dewasa), ganti ke NPK seimbang (misal 15-15-15) atau pupuk slow release sekali sebulan untuk menjaga warna daun tanpa merangsang pertumbuhan berlebihan.
Untuk merangsang warna daun yang kontras, berikan pupuk dengan kandungan kalium (K) lebih tinggi, misal NPK 12-12-17, setiap 3-4 minggu sekali. Kalium membantu produksi pigmen antosianin yang membuat daun puring merah, kuning, atau oranye. Hindari pemupukan saat tanaman stres karena kekeringan atau serangan hama. Di musim kemarau, kurangi frekuensi pemupukan menjadi sebulan sekali karena pertumbuhan melambat.
Pemupukan organik juga bisa dilakukan dengan memberikan kompos atau pupuk kandang matang setiap 3 bulan sekali. Taburkan 1-2 genggam di permukaan pot atau sekitar pangkal batang, lalu siram. Untuk tanaman dalam pot, pastikan media tanam porous agar pupuk tidak menggenang. Jika daun puring mulai pucat atau hijau polos, segera periksa jadwal pemupukan dan intensitas cahaya. Puring membutuhkan sinar matahari langsung 4-6 jam sehari untuk warna optimal.