Penyebab utama puring layu tidak hanya terbatas pada stres kekeringan akibat media tanam yang mengering total, tetapi juga bisa dipicu oleh kondisi sebaliknya yaitu pembusukan akar. Pembusukan akar terjadi ketika penyiraman berlebihan dilakukan tanpa media yang porous, menyebabkan iklim mikro di sekitar akar terlalu basah dan minim oksigen. Selain itu, serangan hama pengisap seperti kutu kebul atau tungau merah yang marak berkembang biak pada suhu panas kemarau turut mempercepat pengurusan energi tanaman.
Langkah penanganan awal membutuhkan identifikasi kelembapan media tanam secara fisik dengan memasukkan jari sejauh 3 hingga 5 sentimeter ke dalam pot. Jika media terasa kering kerontang, penyiraman bertahap sebanyak 1 hingga 2 liter air bersih per pot berukuran sedang perlu segera dilakukan sampai air mengalir keluar dari lubang drainase. Sebaliknya, apabila media tanam terasa sangat becek dan berbau busuk, tindakan penyelamatan berupa pembongkaran pot dan pemangkasan akar yang membusuk harus segera dieksekusi.
Pemulihan puring yang mengalami layu membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari dengan menempatkan tanaman di lokasi teduh bertemperatur stabil dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Aplikasi pemupukan organik cair dosis ringan dapat berikan secara berkala seminggu sekali setelah tanaman menunjukkan tanda-tanda pembentukan tunas segar baru. Penyesuaian jadwal penyiraman menjadi satu kali setiap pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan kelembapan sepanjang hari.






