Puring, Akar Puring Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
wallygrom / BY-SA

Akar Puring Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembusukan akar pada puring saat musim hujan umumnya disebabkan oleh drainase pot yang buruk dan serangan jamur patogen tanah akibat media yang terlalu basah.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia dengan curah hujan tinggi lebih dari 200 mm per bulan sering kali menjadi tantangan utama bagi pecinta tanaman puring (Codiaeum variegatum). Kondisi pot yang tergenang air selama lebih dari 24 jam membuat rongga udara di dalam media tanam terisi penuh oleh air, menurunkan kadar oksigen tanah hingga titik kritis. Tanpa oksigen yang cukup, respirasi akar terganggu dan jaringan akar halus mulai mengalami nekrosis atau kematian sel secara cepat.

Ringkas: Puring

Cahaya
Sinar langsung 4-6 jam/hari
Penyiraman
Siram 1-2 kali sehari, kurangi saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman hias daun tropis yang mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Diagnosis diferensial sangat penting untuk membedakan busuk akar akibat penyiraman berlebih (overwatering) dengan infeksi jamur patogen seperti Pythium sp. atau Phytophthora sp. Jika busuk akar disebabkan oleh penyiraman berlebih, akar terlihat lunak, kecokelatan, tetapi tidak berbau menyengat. Sebaliknya, infeksi jamur patogen ditandai dengan akar berlendir hitam, mudah terkelupas saat disentuh, dan mengeluarkan bau busuk yang sangat tajam serta disertai kerontokan daun bagian bawah hingga 50 persen dalam hitungan hari.

Penanganan harus segera dilakukan sebelum tingkat kerusakan akar melebihi 70 persen. Langkah pertama adalah membongkar tanaman dari pot, memotong seluruh bagian akar yang membusuk menggunakan gunting steril, lalu merendam sisa akar sehat dalam larutan fungisida sistemik atau agen hayati selama 15 sampai 30 menit. Media tanam lama wajib dibuang dan diganti total dengan campuran porous, misalnya sekam bakar, pasir malang, dan kompos steril dengan perbandingan 2:1:1.

Selama masa pemulihan 2 hingga 4 minggu pertama di tempat teduh, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 3 hari sekali atau hanya saat permukaan media tanam sedalam 2 cm terasa kering. Hindari pemberian pupuk kimia berunsur nitrogen tinggi selama tanaman belum mengeluarkan tunas baru, agar akar yang baru tumbuh tidak mengalami stres osmotik atau terbakar.

Penyebab & Cara Mengatasi

Overwatering dan Drainase Buruk

Ciri: Akar berwarna kecokelatan dan lunak tanpa bau menyengat, daun bawah menguning secara bertahap.

Solusi: Perbaiki lubang drainase pot, kurangi frekuensi penyiraman, dan ganti media tanam dengan bahan yang lebih poros.

Infeksi Jamur Patogen Tanah (Pythium/Phytophthora)

Ciri: Akar berwarna hitam berlendir, mudah terkelupas, berbau busuk tajam, dan daun gugur massal secara mendadak.

Solusi: Pangkas total akar yang terinfeksi, rendam akar sehat dalam pengendali hayati/fungisida sesuai petunjuk label, dan gunakan media steril.

Langkah-langkah

  1. Bongkar tanaman puring dari pot secara perlahan, lalu cuci bersih perakaran dari sisa media tanam lama menggunakan air mengalir.
  2. Pangkas seluruh akar yang berwarna hitam, lunak, atau berlendir dengan gunting tanaman yang telah disterilkan.
  3. Rendam sisa akar yang masih sehat ke dalam larutan agen hayati atau fungisida sesuai dosis pada petunjuk kemasan selama 15 hingga 30 menit.
  4. Tanam kembali puring ke dalam pot berlubang lancar menggunakan media tanam baru berstruktur porous, lalu letakkan di tempat berteduh hingga tumbuh tunas baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah puring yang akarnya busuk total masih bisa diselamatkan?

Jika seluruh akar busuk tetapi bagian pangkal batang utama masih hijau dan keras, Anda dapat memotong batang sehat tersebut untuk dijadikan stek batang baru.

Berapa sering puring harus disiram saat musim hujan?

Penyiraman cukup dilakukan 3 hingga 5 hari sekali, atau cek terlebih dahulu media tanam hingga kedalaman 2 cm. Jika masih lembap, tidak perlu disiram.

Mengapa daun puring langsung rontok saat akarnya busuk?

Akar yang rusak kehilangan kemampuan menyerap air dan hara, sehingga puring menggugurkan daunnya secara alami untuk mengurangi penguapan.

Apakah media tanam bekas puring yang terkena busuk akar boleh dipakai lagi?

Tidak dianjurkan. Media tanam bekas tersebut mengandung spora jamur patogen dan sebaiknya dibuang atau disterilkan ulang dengan pengukusan sebelum digunakan kembali.

Lebih lanjut tentang Puring

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.