Metode pembanyakan puring yang paling praktis dan cepat adalah melalui stek batang. Pilih cabang yang sudah setengah berkayu dengan panjang sekitar 15 hingga 20 cm dan diameter minimal 1 cm. Potong daun bagian bawah dan sisakan 2 sampai 3 helai daun atas yang dipotong setengahnya untuk mengurangi penguapan. Tancapkan stek setinggi 5 cm ke dalam media semai, lalu tempatkan di lokasi teduh dengan naungan 50 persen selama 2 hingga 3 minggu pertama hingga tunas baru mulai bermunculan.
Penyiraman dilakukan secara rutin 1 kali sehari pada pagi hari saat musim kemarau, dan disesuaikan menjadi 2 hingga 3 hari sekali saat musim hujan tiba agar media tidak terlalu becek. Untuk memicu keluarnya warna daun yang cemerlang seperti merah, kuning, dan jingga, puring membutuhkan paparan sinar matahari langsung minimal 4 hingga 6 jam setiap hari. Berikan pupuk organik padat atau kompos sebanyak 1 sampai 2 genggam per pot setiap 4 minggu sekali untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro.
Pemangkasan pucuk (pruning) dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk merangsang pertumbuhan cabang samping sehingga tajuk puring menjadi lebih rimbun dan padat. Tanaman puring yang dirawat dengan baik akan tumbuh subur dan siap dipanen stek barunya atau dijadikan elemen dekorasi taman secara utuh setelah berumur 6 hingga 12 bulan. Pengendalian gulma di sekitar pangkal batang juga perlu dilakukan secara manual setiap 2 minggu agar penyerap hara berjalan maksimal.






