Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam sedalam 10-15 cm. Masukkan stek secara miring (45 derajat) untuk merangsang pertumbuhan akar. Siram secukupnya dan tempatkan di lokasi dengan sinar matahari langsung 4-6 jam per hari. Puring yang kurang cahaya akan kehilangan warna cerahnya. Pada minggu pertama, jaga kelembapan media dengan penyiraman 1-2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, atau cukup 1 kali sehari saat musim hujan. Pemupukan awal bisa dilakukan setelah 2 minggu dengan pupuk NPK 16-16-16 dosis rendah (1 sendok teh per 5 liter air) setiap 2 minggu sekali.
Perawatan rutin meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. Siram saat media mulai kering (cek dengan jari sedalam 2-3 cm). Pemupukan lanjutan dilakukan setiap 1-2 bulan dengan pupuk daun atau pupuk slow release. Pangkas cabang yang terlalu panjang atau daun yang rusak untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Puring juga rentan terhadap kutu daun dan tungau; kendalikan dengan semprotan air sabun (1 sendok sabun cuci piring per liter air) setiap 3-4 hari. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida yang tepat.
Panen puring tidak dalam arti buah, melainkan pemotongan daun atau cabang untuk stek baru atau hiasan. Daun siap dipotong setelah tanaman berumur 4-6 bulan dan memiliki minimal 5-7 helai daun dewasa. Gunakan gunting steril untuk memotong tangkai daun atau cabang. Daun potong bisa langsung digunakan sebagai hiasan atau diperbanyak menjadi stek baru. Untuk perbanyakan massal, lakukan cangkok pada batang yang sudah cukup tua (diameter 1-2 cm). Dengan perawatan yang konsisten, puring bisa tumbuh subur dan mempercantik rumah Anda sepanjang tahun.