Penyebab pertama adalah tungau (mite), khususnya tungau merah (Tetranychus urticae). Ciri khasnya: daun keriting ke bawah, ada jaring halus di permukaan bawah daun, dan bercak kuning kecil (stippling). Solusinya: semprot dengan air bertekanan tinggi setiap 3 hari selama 2 minggu untuk mengurangi populasi, lalu gunakan sabun insektisida atau minyak neem sesuai label.
Penyebab kedua adalah kekurangan air. Saat musim kemarau, penyiraman yang tidak cukup membuat daun menggulung ke dalam untuk mengurangi penguapan. Ciri: daun keriting merata di seluruh tanaman, tepi daun kering, dan tanah retak. Solusinya: siram 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan volume 1-2 liter per tanaman dewasa, beri mulsa organik setebal 5 cm di sekitar pangkal.
Penyebab ketiga adalah virus mosaik (Cucumber mosaic virus). Ciri: daun keriting disertai pola belang hijau-kuning tidak beraturan, pertumbuhan terhambat, dan daun mengecil. Tidak ada obat virus; segera cabut dan musnahkan tanaman terinfeksi untuk mencegah penularan ke tanaman sehat. Sterilkan gunting dengan alkohol 70% setelah pemotongan.