Pengaturan media tanam dan penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Gunakan campuran media berupa tanah topsoil, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1 agar drainase lancar. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 kali sehari pada pagi hari sebanyak 500 ml sampai 1 liter per pot ukuran sedang. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2 hingga 3 hari sekali atau hanya saat permukaan media tanam sejauh 2 cm terasa kering.
Pemupukan teratur sangat penting untuk menjaga puring tetap rimbun dan tahan terhadap hama. Berikan pupuk organik atau pupuk majemuk seimbang setiap 4 minggu sekali pada masa pertumbuhan aktif. Pemangkasan pucuk tanaman (topping) secara berkala setiap 3 bulan sekali disarankan untuk merangsang tumbuhnya cabang-cabang baru di bagian ketiak daun, sehingga bentuk tajuk puring menjadi lebih membulat dan padat.
Perubahan musim di Indonesia menuntut kewaspadaan terhadap serangan hama seperti kutu perisai dan tungau merah. Pada puncak musim kemarau yang kering, semprotkan air bersih ke bagian bawah daun secara rutin untuk menjaga kelembapan mikro dan mengusir tungau. Jika terjadi penumpukan air pada pot di musim hujan, segera ganti atau perbaiki lubang drainase pot agar perakaran puring tidak membusuk.






