Penyiraman yang tidak teratur menjadi pemicu utama stres dehidrasi pada puring di musim kemarau. Pada kondisi cuaca panas terik, tanaman puring membutuhkan pasokan air sebanyak 500 ml hingga 1 liter per pot ukuran sedang setiap harinya. Penyiraman sebaiknya dilakukan rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB dan sore hari setelah pukul 16.00 WIB. Mengabaikan jadwal penyiraman dapat menyebabkan daun bagian bawah menguning, melengkung ke bawah, dan akhirnya gugur secara mendadak.
Pencahayaan juga memegang peranan krusial dalam menjaga kecerahan warna daun puring. Meskipun puring membutuhkan paparan sinar matahari selama 6 hingga 8 jam sehari untuk mempertahankan warna merah dan kuningnya, radiasi sinar matahari kemarau puncak yang terlalu terik dapat membakar sel-sel daun. Penggunaan paranet dengan kerapatan 30 hingga 50 persen sangat direkomendasikan untuk menaungi puring pot yang diletakkan di pekarangan terbuka agar daun tidak menguning akibat fenomena sunscald atau kecokelatan terpanggang.
Selain faktor lingkungan, ketersediaan hara makro dan mikro pada media tanam menentukan kesehatan daun puring. Pemupukan rutin menggunakan pupuk organik padat sebanyak 200 gram per pot setiap 4 minggu sekali, dikombinasikan dengan pemupukan NPK seimbang sebulan sekali, dapat mencegah gejala defisiensi nitrogen dan zat besi. Pastikan pula media tanam memiliki drainase yang baik agar air siraman tidak tergenang, karena akar yang membusuk akibat media becek juga menghasilkan gejala daun menguning dan layu.






