Puring, Daun Puring Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya saat Musim Kemarau
wallygrom / BY-SA

Daun Puring Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya saat Musim Kemarau

Daun puring yang menguning saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh stres kekurangan air, sengatan matahari berlebih, atau serangan hama pengisap seperti tungau.

Jawaban singkat

Tanaman puring (Codiaeum variegatum) dikenal dengan keindahan corak daunnya yang menyala, namun perubahan warna daun menjadi kuning polos sering kali menandakan adanya gangguan fisiologis atau serangan hama. Di Indonesia, fenomena daun puring menguning paling sering dijumpai memasuki musim kemarau, terutama pada rentang bulan Mei hingga September. Laju transpirasi yang tinggi akibat suhu udara meningkat melebihi 32 derajat Celsius membuat tanaman cepat kehilangan cairan, sehingga jaringan daun mengalami klorosis dan penurunan pembentukan pigmen alami.

Ringkas: Puring

Cahaya
Sinar langsung 4-6 jam/hari
Penyiraman
Siram 1-2 kali sehari, kurangi saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman hias daun tropis yang mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Penyiraman yang tidak teratur menjadi pemicu utama stres dehidrasi pada puring di musim kemarau. Pada kondisi cuaca panas terik, tanaman puring membutuhkan pasokan air sebanyak 500 ml hingga 1 liter per pot ukuran sedang setiap harinya. Penyiraman sebaiknya dilakukan rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB dan sore hari setelah pukul 16.00 WIB. Mengabaikan jadwal penyiraman dapat menyebabkan daun bagian bawah menguning, melengkung ke bawah, dan akhirnya gugur secara mendadak.

Pencahayaan juga memegang peranan krusial dalam menjaga kecerahan warna daun puring. Meskipun puring membutuhkan paparan sinar matahari selama 6 hingga 8 jam sehari untuk mempertahankan warna merah dan kuningnya, radiasi sinar matahari kemarau puncak yang terlalu terik dapat membakar sel-sel daun. Penggunaan paranet dengan kerapatan 30 hingga 50 persen sangat direkomendasikan untuk menaungi puring pot yang diletakkan di pekarangan terbuka agar daun tidak menguning akibat fenomena sunscald atau kecokelatan terpanggang.

Selain faktor lingkungan, ketersediaan hara makro dan mikro pada media tanam menentukan kesehatan daun puring. Pemupukan rutin menggunakan pupuk organik padat sebanyak 200 gram per pot setiap 4 minggu sekali, dikombinasikan dengan pemupukan NPK seimbang sebulan sekali, dapat mencegah gejala defisiensi nitrogen dan zat besi. Pastikan pula media tanam memiliki drainase yang baik agar air siraman tidak tergenang, karena akar yang membusuk akibat media becek juga menghasilkan gejala daun menguning dan layu.

Penyebab & Cara Mengatasi

Stres Kekurangan Air (Dehidrasi)

Ciri: Daun bagian bawah menguning terlebih dahulu, helai daun terasa tipis, kering, dan melengkung ke bawah.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari dan berikan mulsa di atas permukaan media tanam.

Serangan Tungau Merah (Spider Mites)

Ciri: Daun menguning berupa bintik-bintik halus, permukaan bawah daun terasa berdebu atau terdapat jaring halus saat cuaca kering.

Solusi: Semprot bagian bawah daun dengan aliran air deras secara berkala dan aplikasikan pestisida nabati secara merata.

Sengatan Matahari Berlebih (Sunburn)

Ciri: Bercak kuning pucat hingga cokelat mengering muncul mendadak di tengah atau tepi daun bagian atas yang terpapar langsung.

Solusi: Pindahkan pot ke lokasi yang menerima naungan parsial atau pasang jaring paranet peneduh.

Defisiensi Unsur Hara (Klorosis)

Ciri: Tulang daun tetap berwarna hijau tetapi helai daun meluas menguning pucat pada daun muda maupun tua.

Solusi: Berikan pemupukan berimbang dan tambahkan kompos kaya unsur mikro pada media tanam.

Langkah-langkah

  1. Periksa tingkat kelembapan media tanam dengan menancapkan kayu tipis setinggi 5 cm untuk memastikan kondisi perakaran.
  2. Pangkas daun puring yang sudah menguning lebih dari setengah bagian menggunakan gunting stek yang bersih dan tajam.
  3. Sesuaikan jadwal penyiraman menjadi dua kali sehari (pagi dan sore) serta pastikan lubang drainase pot tidak tersumbat.
  4. Pindahkan lokasi tanaman ke area yang mendapat sinar matahari pagi terpancar tanpa terpapar terik matahari siang secara langsung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun puring yang sudah kuning bisa berubah menjadi hijau kembali?

Tidak, daun yang sudah menguning total akibat kerusakan jaringan tidak dapat kembali hijau atau berwarna warni, sehingga lebih baik dipangkas.

Mengapa daun puring saya menguning dan langsung rontok bersamaan?

Rontok massal biasanya dipicu oleh perubahan suhu lingkungan yang drastis, perakaran yang membusuk, atau tanaman mengalami stres dehidrasi berat.

Berapa kali puring harus disiram saat musim kemarau terik?

Pada musim kemarau terik, siram puring 1 sampai 2 kali sehari dengan volume air cukup hingga keluar dari lubang bawah pot.

Apakah pupuk NPK bisa mengatasi daun puring yang menguning?

Jika penyebab menguning adalah kekurangan hara, pemberian pupuk NPK berimbang dapat merangsang pertumbuhannya kembali dengan warna cerah.

Bagaimana membedakan kuning karena kurang air dan kelebihan air?

Kuning akibat kurang air membuat daun terasa kering dan rapuh, sedangkan kuning akibat kelebihan air membuat daun terasa lembek dan media berbau murung/becek.

Lebih lanjut tentang Puring

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.