Masalah utama yang sering muncul saat musim hujan adalah busuk akar dan bercak daun. Ketika intensitas hujan mencapai lebih dari 200 mm per bulan, media tanam dalam pot yang kurang porous akan menyimpan air berlebih hingga jenuh. Kondisi anaerobik ini memicu perkembangan jamur patogen tanah yang menyebabkan pangkal batang membusuk dan daun gugur secara massal hanya dalam kurun 3 hingga 5 hari.
Pendekatan diagnosis diferensial sangat penting dilakukan agar tindakan pengobatan tepat sasaran. Gejala serangan jamur bercak daun ditandai dengan munculnya lingkaran cokelat bertepi kuning pada helai daun, sementara infeksi bakteri busuk lunak ditandai dengan jaringan batang yang membusuk, berair, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Membedakan kedua gejala ini membantu pekebun menentukan langkah sanitasi dan perawatan lanjutan yang sesuai.
Pencegahan dan pemulihan kesehatan puring memerlukan kombinasi perbaikan lingkungan serta perawatan rutin. Pekebun disarankan mengatur jarak antar pot minimal 50 cm untuk menjaga sirkulasi udara, menggunakan racikan media tanam porous dengan komposisi sekam bakar, tanah, dan kompos berasio 2:1:1, serta menyesuaikan frekuensi penyiraman dari 1 kali sehari menjadi 2 hingga 3 hari sekali selama musim hujan berlangsung.






