Penyebab paling umum kerusakan daun puring adalah kutu kebul, tungau laba-laba, dan kutu sisik. Tungau laba-laba biasanya melonjak populasinya pada musim kemarau saat kelembapan udara turun di bawah 50 persen, sedangkan kutu sisik dan kutu kebul sering menyerang di area berdrainase buruk dengan sirkulasi udara yang minim.
Pencegahan harian dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bersih ke bagian bawah daun sebanyak 2 kali seminggu serta memangkas cabang yang terlalu rapat setiap 3 bulan sekali. Penyiraman rutin 1 kali sehari pada pagi hari jam 07.00 hingga 09.00 membantu menjaga kesegaran sel tanaman puring sehingga lebih tahan terhadap serangan hama.
Jika populasi hama mulai merusak lebih dari 20 persen bagian tanaman, tindakan isolasi harus segera dilakukan agar tidak menular ke tanaman hias lain. Pembersihan manual menggunakan larutan sabun cuci piring lembut sebanyak 5 ml per 1 liter air dapat diaplikasikan 3 hari sekali hingga hama hilang sepenuhnya.






