Kutu putih (Pseudococcidae) biasanya menyerang pucuk dan ketiak daun. Ciri khasnya: terdapat gumpalan putih seperti kapas, daun menguning dan keriput, serta embun madu yang menarik semut. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3–4 hari selama 2 minggu, atau gunakan minyak neem (2 ml/L air) setiap 5–7 hari. Jika parah, konsultasikan dengan penyuluh untuk insektisida sistemik.
Tungau merah (Tetranychus urticae) menyukai sisi bawah daun, terutama saat musim kemarau. Gejalanya: bintik kuning atau perak pada daun, jaring halus, dan daun mengering. Cegah dengan menjaga kelembaban (semprot kabut air setiap pagi). Kendalikan dengan predator alami seperti kumbang Coccinellidae atau gunakan akarisida berbahan aktif abamektin sesuai label.
Ulat daun (misalnya ulat grayak) memakan daun hingga berlubang. Biasanya muncul di musim hujan. Kumpulkan ulat secara manual setiap 2 hari, atau gunakan Bacillus thuringiensis (Bt) setiap 7–10 hari. Jaga kebersihan area tanam dan buang daun terserang. Hindari insektisida kimia jika populasi masih rendah untuk melindungi musuh alami.