Penyebab paling umum di daerah tropis adalah intensitas penyiraman yang tidak seimbang dengan suhu udara. Selama musim kemarau dengan suhu harian mencapai 32-35 derajat Celsius, media tanam memang lebih cepat mengering di permukaan. Namun, penyiraman berlebih hingga 2 kali sehari justru membuat dasar pot tergenang. Frekuensi penyiraman ideal pada musim kemarau adalah 2 hingga 3 hari sekali dengan volume air sekitar 200-300 ml per pot berdiameter 20 cm, atau saat media tanah 3 cm atas terasa kering.
Faktor kedua yang sering luput dari perhatian adalah paparan sinar matahari langsung. Aglonema memerlukan naungan dengan intensitas cahaya 30-40% atau perlindungan jaring paranet 70%. Paparan sinar matahari langsung musim kemarau selama lebih dari 1 jam di atas jam 09.00 pagi dapat menyebabkan daun terbakar (sunburn), ditandai bercak kuning pudar yang lambat laun mengering menjadi cokelat pucat.
Serangan hama sucking insects seperti kutu kebul dan tungau merah juga meningkat pesat pada udara kering musim kemarau. Hama ini mengisap cairan klorofil daun sehingga memicu munculnya bintik-bintik kuning tidak teratur di permukaan daun. Selain itu, defisiensi hara nitrogen dan zat besi akibat media tanam yang sudah padat atau terdegradasi lebih dari 6 bulan dapat menyebabkan daun muda menguning merata.






