Memasuki fase pertumbuhan aktif atau vegetatif yang biasanya terjadi pada awal musim hujan, frekuensi pemupukan nitrogen perlu ditingkatkan secara bijak. Berikan pupuk dengan kandungan nitrogen dan fosfor seimbang setiap dua minggu sekali sebanyak satu sendok makan per tanaman yang dilarutkan dalam air atau dibenamkan di alur sekitar tajuk. Tindakan ini memastikan daun melati tumbuh hijau segar, rimbun, dan tidak mudah terserang penyakit akibat kekurangan nutrisi dasar.
Ketika tanaman melati memasuki fase pembungaan atau generatif, jenis pupuk yang diaplikasikan harus segera diganti dengan formula yang kaya akan unsur fosfor dan kalium. Aplikasikan pupuk perangsang bunga setiap sepuluh hari sekali selama periode berbunga lebat yang sering terjadi pada awal musim kemarau dengan irigasi yang cukup. Pemupukan yang tepat pada fase ini akan menghasilkan kuntum bunga melati yang lebih besar, harum menyengat, dan tidak mudah rontok sebelum dipanen.
Evaluasi rutin terhadap kondisi media tanam sangat penting dilakukan untuk menghindari penumpukan garam mineral akibat pemupukan kimia yang berlebihan. Lakukan penyiraman secara menyeluruh sehari sebelum dan sesudah pemberian pupuk agar nutrisi terserap secara optimal oleh bulu akar tanpa menyebabkan risiko terbakar. Jika daun melati menunjukkan gejala menguning atau pertumbuhan kerdil, segera konsultasikan ke Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan hara yang akurat.