Saat memasuki fase vegetatif lanjut atau pembentukan tajuk, fokus pemupukan dialihkan untuk memperkuat sistem perakaran dan batang. Aplikasi pupuk makro dengan kandungan Nitrogen dan Fosfor tinggi sebanyak 20 gram per rumpun dapat diberikan setiap 3 minggu sekali. Disamping itu, penyemprotan pupuk organik cair pada daun seminggu sekali sangat membantu mempercepat pembentukan tunas-tunas produktif baru.
Fase generatif atau pembungaan membutuhkan kombinasi hara Fosfor dan Kalium yang lebih tinggi untuk memicu pembentukan kuncup bunga yang lebat dan harum. Berikan pupuk tinggi Kalium dan Fosfor sebanyak 15 gram per tanaman setiap 10 hingga 14 hari sekali sebelum kuncup bunga muncul. Di iklim tropis Indonesia, keteraturan penyiraman satu kali sehari setelah pemupukan fase ini akan meningkatkan penyerapan hara secara optimal.
Setelah masa panen bunga melimpah atau pemangkasan pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap 3 sampai 4 bulan sekali, tanaman memasuki fase pemulihan. Berikan kompos atau pupuk kandang sebanyak 1 sampai 2 kg per rumpun yang dikombinasikan dengan 20 gram NPK per tanaman. Langkah ini bertujuan mengembalikan vitalitas tanah serta menyiapkan cadangan energi tanaman untuk siklus pembungaan berikutnya.






