Pada musim kemarau yang kering, laju penguapan air dari daun sangat tinggi. Jika frekuensi penyiraman hanya dilakukan satu kali sehari dengan volume sedikit, akar tanaman melati tidak mampu menyerap air secara optimal ke bagian pucuk, sehingga daun bawah mulai menguning dan gugur. Di sisi lain, kebiasaan memberikan pupuk kimia secara berlebihan saat media tanam dalam kondisi kering justru akan membakar akar dan memperparah gejala kekuningan.
Sebagai langkah penanganan awal, lakukan penyiraman secara mendalam sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama puncak musim kemarau. Pastikan air meresap hingga kedalaman zona perakaran sekitar 15 sentimeter di bawah permukaan tanah polibag atau pekarangan rumah Anda. Tambahkan lapisan mulsa organik setebal 3 hingga 5 sentimeter di pangkal batang untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak cepat menguap akibat panas terik.
Pemahaman yang mendalam mengenai diagnosis diferensial sangat penting agar tindakan penyelamatan tidak keliru sasaran. Apabila langkah pengaturan air dan pemupukan berimbang telah diterapkan selama dua minggu namun daun masih terus menguning, saatnya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian bawah daun dan kondisi perakaran. Mari kita bedah bersama berbagai kemungkinan penyebabnya agar tanaman melati Anda kembali hijau rimbun dan harum semerbak.