Pertama, periksa kondisi tanah dan penyiraman. Jika tanah kering dan retak-retak, kemungkinan besar melati kekurangan air. Siram secara rutin setiap pagi atau sore, usahakan tanah tetap lembab tetapi tidak tergenang. Untuk tanaman pot, pastikan pot memiliki lubang drainase. Jika layu terjadi meski tanah lembab, kemungkinan penyebab lain seperti penyakit atau hama.
Kedua, amati gejala tambahan. Jika daun menguning dan rontok, bisa jadi karena serangan jamur akar (Fusarium atau Rhizoctonia) yang sering muncul saat kelembaban tinggi meski musim kemarau. Jika ada bercak hitam atau putih pada daun, itu tanda penyakit bercak daun atau embun tepung. Jika ada kutu putih atau tungau, itu penyebab layu karena hama penghisap cairan.
Ketiga, perhatikan lingkungan. Melati membutuhkan sinar matahari penuh (6-8 jam sehari). Jika terlalu teduh, tanaman bisa stres dan layu. Angin kering dan panas juga mempercepat penguapan. Lindungi tanaman dengan naungan sementara atau pindahkan ke tempat yang lebih teduh saat siang hari terik.