Serangan hama penghisap cairan maupun pemakan jaringan tanaman dapat menurunkan produksi bunga melati hingga 50 persen jika tidak diatasi dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari sejak gejala awal muncul. Hama seperti ulat penggerek bunga dan thrips menjadi ancaman utama yang sering kali membuat kuncup bunga gugur sebelum mekar sempurna. Pemantauan rutin seminggu dua kali sangat dianjurkan untuk mendeteksi keberadaan hama secara dini di area pertanaman.
Pengendalian hama melati sebaiknya menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang memprioritaskan tindakan sanitasi lahan dan pemangkasan bagian tanaman yang terserang. Pemangkasan rutin setiap 2 minggu sekali pada cabang yang rimbun dapat memutus siklus hidup hama serta mempermudah penetrasi sinar matahari ke dalam tajuk tanaman. Selain itu, pemanfaatan musuh alami dan pestisida nabati dapat menjaga kestabilan ekosistem kebun.
Jika tingkat kerusakan tanaman melati telah melebihi 20 persen dari keseluruhan tajuk, tindakan korektif menggunakan bahan pengendali kimia dapat dipertimbangkan secara bijaksana. Pengaplikasian sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB untuk menghindari penguapan cepat dan melindungi serangga penyerbuk yang bermanfaat. Selalu pastikan tindakan pengendalian disesuaikan dengan jenis hama yang teridentifikasi agar hasilnya efektif.






