Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan musim. Pada musim kemarau, siram melati 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 16.00, dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per pot medium. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi menjadi 1 kali sehari atau hanya saat permukaan tanah sedalam 2 cm terlihat mulai mengering guna mencegah pembusukan akar.
Nutrisi yang cukup sangat menentukan frekuensi berbunga. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 250 hingga 500 gram per tanaman setiap satu bulan sekali. Tambahkan pupuk NPK seimbang secara berkala setiap 2 minggu sekali dengan melarutkan 1 sendok makan pupuk dalam 5 liter air, lalu kocorkan secukupnya di sekitar perakaran pada pagi hari.
Pemangkasan merupakan kunci utama agar tanaman melati terus memunculkan tunas baru yang membawa bakal bunga. Lakukan pemangkasan cabang yang tua, kering, atau terserang hama setiap 2 hingga 3 bulan sekali setelah gelombang pembungaan selesai. Potong cabang sekitar 10 hingga 15 cm dari ujung untuk merangsang percabangan baru yang lebih rimbun dan produktif.






