Melati, Cara Merawat Melati Agar Subur, Sehat, dan Rajin Berbunga
Wikimedia Commons

Cara Merawat Melati Agar Subur, Sehat, dan Rajin Berbunga

Merawat tanaman melati agar tumbuh subur dan berbunga lebat memerlukan pencahayaan matahari penuh, media tanam poros, penyiraman teratur, serta pemangkasan rutin setelah masa mekar.

Jawaban singkat

Tanaman melati merupakan tanaman hias tropis yang sangat menyukai sinar matahari penuh sepanjang hari. Di wilayah Indonesia, tempatkan melati di area terbuka yang terpapar sinar matahari langsung sedikitnya 6 jam setiap hari. Untuk media tanam dalam pot, gunakan campuran tanah topsoil, kompos matang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 agar sirkulasi udara serta drainase berjalan optimal.

Ringkas: Melati

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram sehari sekali saat kering, kurangi saat musim hujan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman melati sangat menyukai cahaya matahari dan media tanam yang tidak tergenang air.

Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan musim. Pada musim kemarau, siram melati 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 16.00, dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per pot medium. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi menjadi 1 kali sehari atau hanya saat permukaan tanah sedalam 2 cm terlihat mulai mengering guna mencegah pembusukan akar.

Nutrisi yang cukup sangat menentukan frekuensi berbunga. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 250 hingga 500 gram per tanaman setiap satu bulan sekali. Tambahkan pupuk NPK seimbang secara berkala setiap 2 minggu sekali dengan melarutkan 1 sendok makan pupuk dalam 5 liter air, lalu kocorkan secukupnya di sekitar perakaran pada pagi hari.

Pemangkasan merupakan kunci utama agar tanaman melati terus memunculkan tunas baru yang membawa bakal bunga. Lakukan pemangkasan cabang yang tua, kering, atau terserang hama setiap 2 hingga 3 bulan sekali setelah gelombang pembungaan selesai. Potong cabang sekitar 10 hingga 15 cm dari ujung untuk merangsang percabangan baru yang lebih rimbun dan produktif.

Langkah-langkah

  1. Persiapkan media tanam poros menggunakan campuran tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan setara pada pot berdrainase baik.
  2. Letakkan tanaman di lokasi terbuka yang menerima sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari.
  3. Lakukan penyiraman rutin 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau dan sesuaikan saat musim hujan agar media tidak becek.
  4. Berikan pemupukan rutin berupa pupuk organik bulanan dan pupuk susulan NPK secara berkala setiap dua minggu sekali.
  5. Lakukan pemangkasan pemeliharaan secara rutin setiap kali bunga melati selesai mekar dan layu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa melati saya tidak mau berbunga?

Penyebab utama melati mogok berbunga adalah kurangnya paparan sinar matahari langsung, kelebihan pupuk nitrogen, atau jarang dipangkas.

Seberapa sering melati harus dipangkas?

Pemangkasan rutin dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali, terutama setelah masa mekar bunga selesai.

Apa tanda tanaman melati kelebihan air?

Daun melati akan menguning dan mudah gugur, batang menjadi lunak, serta timbul bau busuk dari media tanam.

Apakah melati bisa ditanam penuh di dalam rumah (indoor)?

Melati kurang cocok dijadikan tanaman indoor penuh karena membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari untuk dapat berbunga secara optimal.

Lebih lanjut tentang Melati

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.