Pilih lokasi penanaman di pekarangan yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari untuk merangsang pembentukan kuncup bunga melati secara maksimal sepanjang tahun. Gali lubang tanam berukuran 30x30x30 sentimeter dan berikan pupuk kandang matang sebanyak 2 kilogram per lubang sebagai nutrisi awal. Masukkan bibit melati secara hati-hati agar akarnya tidak rusak, padatkan tanah di pangkalnya, lalu siram dengan air secukupnya untuk menjaga kelembapan.
Perawatan rutin tanaman melati di iklim tropis Indonesia meliputi penyiraman setiap pagi atau sore hari saat musim kemarau, dan kurangi frekuensinya ketika musim hujan untuk mencegah kebusukan akar. Lakukan pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair setiap dua minggu sekali serta pupuk kaya unsur hara makro setiap sebulan sekali guna mempercepat pertumbuhan vegetatif dan generatif. Bersihkan gulma di sekitar pangkal tanaman secara berkala agar nutrisi tanah terserap optimal oleh akar melati.
Panen bunga melati dapat mulai dilakukan saat tanaman berumur 4 hingga 6 bulan setelah tanam ketika kuncup bunga sudah besar dan berwarna putih bersih tetapi belum mekar sempurna. Petik bunga pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari agar aroma wangi bunganya tidak menguap dan kesegarannya tetap terjaga. Lakukan pemangkasan cabang secara rutin setelah masa panen puncak untuk merangsang keluarnya tunas baru dan kuncup bunga pada siklus berikutnya.