Melati, Daun Melati Keriting: Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya
Wikimedia Commons

Daun Melati Keriting: Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Daun melati yang keriting umumnya disebabkan oleh serangan hama pengisap cairan seperti thrips dan tungau yang marak pada musim kemarau, atau akibat stres kekurangan air.

Jawaban singkat

Pemandangan daun melati (Jasminum sambac) yang menggulung atau keriting kerap dijumpai para petani dan pecinta tanaman di Indonesia, khususnya saat memasuki puncak musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Pada periode ini, suhu udara yang tinggi disertai kelembapan relatif yang rendah menciptakan kondisi lingkungan ideal bagi perkembangbiakan hama pengisap cairan daun. Jika tidak ditangani secara cepat, tanaman melati akan mengalami penurunan produksi bunga hingga 60 persen dan pertumbuhan tajuk menjadi kerdil.

Ringkas: Melati

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram sehari sekali saat kering, kurangi saat musim hujan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman melati sangat menyukai cahaya matahari dan media tanam yang tidak tergenang air.

Secara biologis, penyebab utama daun melati keriting adalah serangan hama thrips, tungau merah, dan kutudaun yang mengisap cairan sel pada jaringan daun muda. Kerusakan mekanis pada sel-sel muda ini menyebabkan pertumbuhan bagian atas dan bawah daun tidak seimbang, sehingga daun melati melengkung atau memuntir. Selain itu, hama pengisap sering kali bertindak sebagai vektor pembawa virus kompleks yang dapat merusak sistem vaskular tanaman secara permanen jika populasi hama tidak dikendalikan sejak dini.

Selain faktor biologis, faktor abiotik seperti stres air di musim kemarau turut memicu daun melati menggulung ke dalam sebagai mekanisme alami untuk mengurangi laju transpirasi. Tanaman melati dewasa membutuhkan penyiraman teratur sebanyak 2 sampai 3 liter per pot atau lubang tanam, disiram 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari saat kemarau terik. Pemberian pupuk nitrogen berlebih tanpa diimbangi kalium juga membuat jaringan daun terlalu sukulen sehingga lebih rentan mengalami distorsi saat terpapar panas ekstrem.

Pengendalian daun melati keriting memerlukan kombinasi teknik budidaya yang konsisten dan saniter. Pemangkasan pucuk yang terserang parah sepanjang 5 sampai 10 sentimeter harus segera dilakukan untuk memutus siklus hidup hama. Aplikasi pestisida nabati berbahan aktif minyak mimba atau ekstrak daun tembakau dapat disemprotkan rutin setiap 3 sampai 5 hari sekali pada sore hari. Jika serangan meluas pada skala kebun, konsultasikan penggunaan pestisida kimia selektif kepada petugas penyuluh pertanian setempat agar tepat sasaran dan aman bagi lingkungan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Thrips dan Kutudaun (Serangga Pengisap)

Ciri: Daun menggulung ke atas, kaku, muncul bercak keperakan atau cairan lengket embun jelut pada permukaan daun.

Solusi: Semprotkan ekstrak minyak mimba atau sabun kalium, dan lakukan pemangkasan pucuk yang terinfeksi parah.

Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Ciri: Daun melengkung ke bawah, kusam, terdapat bintik-bintik kuning kecil serta jaring halus di bawah permukaan daun.

Solusi: Tingkatkan kelembapan sekitar tanaman dengan pengkabutan air dan semprotkan akarisida sesuai rekomendasi BPP.

Stres Kekeringan (Kekurangan Air)

Ciri: Daun melipat ke dalam menyerupai pipa, tekstur daun terasa kering dan rapuh, media tanam sangat kering.

Solusi: Lakukan penyiraman secara bertahap 2 kali sehari dan berikan mulsa organik setebal 5 cm di sekitar pangkal batang.

Infeksi Virus Keriting

Ciri: Daun melati kerdil, memuntir tidak beraturan, menunjukkan pola belang hijau-kuning (mosaik), dan tanaman macet bertunas.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat untuk mencegah penularan ke tanaman sehat melalui serangga vektor.

Langkah-langkah

  1. Melakukan pemeriksaan visual pada permukaan bawah daun untuk mengidentifikasi jenis hama penyebab keriting.
  2. Memangkas seluruh bagian daun, pucuk, dan ranting yang mengalami distorsi parah menggunakan gunting steril.
  3. Mengatur jadwal penyiraman menjadi 2 kali sehari (pagi sebelum jam 08.00 dan sore setelah jam 16.00) selama musim kemarau.
  4. Menyemprotkan larutan pestisida nabati secara merata ke seluruh bagian tanaman, terutama bagian bawah daun, setiap 4 hari sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun melati yang sudah keriting bisa kembali lurus?

Daun yang sudah terlanjur memuntir atau keriting secara permanen tidak bisa kembali lurus, namun tunas baru yang tumbuh akan normal setelah hama dikendalikan.

Seberapa sering tanaman melati harus disiram saat musim kemarau?

Pada musim kemarau terik, siram melati 1 hingga 2 kali sehari dengan volume 2 sampai 3 liter per tanaman.

Apakah air cucian beras bisa menyembuhkan daun melati keriting?

Air cucian beras memberikan nutrisi tambahan, tetapi tidak bisa membunuh hama pengisap penyebab utama daun keriting.

Mengapa daun melati keriting disertai bercak hitam?

Bercak hitam biasanya adalah jamur embun jelut yang tumbuh di atas cairan manisan hasil buangan hama kutu atau thrips.

Kapan waktu terbaik memangkas melati yang terserang hama keriting?

Lakukan pemangkasan pada pagi hari saat udara segar, menggunakan alat pemotong yang sudah disterilkan dengan alkohol.

Lebih lanjut tentang Melati

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.