Penyebab paling sering adalah serangan kutu daun (Aphididae) yang mengisap cairan daun. Ciri khas: daun menggulung ke bawah, lengket karena embun madu, dan sering diikuti semut. Periksa di balik daun muda. Solusinya semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama seminggu.
Penyebab kedua adalah tungau (Tetranychidae) yang aktif di musim kemarau. Daun keriting disertai bercak kuning kecoklatan dan sarang halus di bawah daun. Solusinya tingkatkan kelembapan dengan menyemprot air ke sekitar tanaman setiap pagi, dan pangkas daun parah.
Penyebab lain termasuk kekurangan air (daun layu lalu keriting), virus (keriting dengan mosaik kuning, tidak ada hama), atau gulma kompetitor. Pastikan penyiraman rutin 2 hari sekali saat kemarau, dan jaga kebersihan area tanam. Jika semua cara gagal, konsultasikan ke penyuluh setempat.