Panduan Pemupukan Keladi yang Tepat per Fase

Pupuk keladi sesuai fase pertumbuhan untuk daun cerah dan umbi sehat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Keladi (Caladium) adalah tanaman hias daun tropis yang populer di Indonesia. Agar daunnya cerah dan umbinya sehat, pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Di iklim tropis kita, keladi bisa tumbuh sepanjang tahun, namun tetap ada tiga fase utama: fase vegetatif (pembentukan daun), fase generatif (pembungaan, jarang terjadi), dan fase dorman (istirahat). Pupuk yang tepat pada setiap fase akan memaksimalkan keindahan daun dan kesehatan tanaman.

Ringkas: Keladi

Cahaya
Ternaungi 40-60 persen (cahaya tidak langsung)
Penyiraman
Jaga media tetap lembap, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat menyukai kelembapan tinggi dan media yang gembur

Pada fase vegetatif (saat daun aktif tumbuh, biasanya musim hujan atau saat penyiraman rutin), keladi membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk merangsang pertumbuhan daun. Gunakan pupuk dengan rasio N tinggi seperti NPK 15-15-15 atau pupuk kandang yang sudah matang. Berikan setiap 2 minggu sekali dengan dosis setengah dari rekomendasi label untuk tanaman hias daun. Jika daun mulai pucat, tambahkan pupuk daun yang mengandung unsur mikro seperti Fe dan Mg. Hindari pupuk dengan nitrogen berlebih saat cuaca mendung terus-menerus karena bisa menyebabkan daun lemas.

Memasuki fase generatif (jika muncul bunga, biasanya di akhir musim hujan), alihkan ke pupuk dengan fosfor (P) lebih tinggi seperti NPK 10-30-10 atau TSP. Ini dilakukan untuk mendukung pembentukan bunga dan umbi. Namun, karena keladi lebih dihargai daunnya, banyak pekebun memotong bunga agar energi fokus ke daun. Jika Anda membiarkan bunga, berikan pupuk P setiap 3-4 minggu sekali. Setelah bunga layu, kurangi frekuensi pemupukan dan bersiap untuk fase dorman.

Memasuki fase dorman (saat daun mulai menguning dan rontok, biasanya di musim kemarau atau saat suhu turun), hentikan pemupukan sama sekali. Biarkan tanaman istirahat selama 2-3 bulan. Selama dorman, kurangi penyiraman drastis dan simpan umbi di tempat kering. Setelah tunas baru muncul (biasanya awal musim hujan), mulai lagi pemupukan dengan dosis ringan. Ingat, jangan memupuk saat tanah kering atau tanaman stres. Selalu siram tanaman sehari sebelum pemupukan untuk mencegah akar terbakar.

Langkah-langkah

  1. Fase vegetatif (daun aktif tumbuh): Beri pupuk NPK 15-15-15 atau pupuk kandang setiap 2 minggu, setengah dosis rekomendasi. Jika daun pucat, tambahkan pupuk daun mikro.
  2. Fase generatif (jika ada bunga): Ganti ke pupuk NPK 10-30-10 setiap 3-4 minggu. Bisa potong bunga agar fokus ke daun.
  3. Fase dorman (daun menguning): Hentikan pemupukan total. Kurangi penyiraman dan simpan umbi di tempat kering selama 2-3 bulan.
  4. Setelah tunas baru: Mulai lagi pemupukan ringan dengan NPK seimbang. Siram tanah sehari sebelumnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk keladi?

Pagi hari saat cuaca cerah, setelah tanah disiram. Hindari memupuk saat hujan atau tanah basah.

Bolehkah pakai pupuk NPK 16-16-16 untuk keladi?

Bisa, tapi kurangi dosis setengah dari rekomendasi karena nitrogen tinggi bisa membuat daun lemas jika cuaca mendung.

Apa tanda kelebihan pupuk pada keladi?

Ujung daun hangus, daun menguning, atau pertumbuhan kerdil. Segera siram dengan air bersih untuk melarutkan kelebihan pupuk.

Apakah keladi perlu pupuk saat dorman?

Tidak. Hentikan pemupukan saat daun mulai menguning dan rontok. Pupuk hanya diberikan saat aktif tumbuh.

Pupuk organik apa yang bagus untuk keladi?

Pupuk kandang matang (kotoran sapi/ayam) atau kompos. Aplikasi 1 sendok per pot setiap bulan.

Bagaimana cara memupuk keladi dalam air (hidroponik)?

Gunakan nutrisi AB mix khusus tanaman hias daun, ganti air setiap minggu. Konsentrasi setengah dari rekomendasi untuk sayur.

Lebih lanjut tentang Keladi

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.