Pada fase vegetatif (saat daun aktif tumbuh, biasanya musim hujan atau saat penyiraman rutin), keladi membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk merangsang pertumbuhan daun. Gunakan pupuk dengan rasio N tinggi seperti NPK 15-15-15 atau pupuk kandang yang sudah matang. Berikan setiap 2 minggu sekali dengan dosis setengah dari rekomendasi label untuk tanaman hias daun. Jika daun mulai pucat, tambahkan pupuk daun yang mengandung unsur mikro seperti Fe dan Mg. Hindari pupuk dengan nitrogen berlebih saat cuaca mendung terus-menerus karena bisa menyebabkan daun lemas.
Memasuki fase generatif (jika muncul bunga, biasanya di akhir musim hujan), alihkan ke pupuk dengan fosfor (P) lebih tinggi seperti NPK 10-30-10 atau TSP. Ini dilakukan untuk mendukung pembentukan bunga dan umbi. Namun, karena keladi lebih dihargai daunnya, banyak pekebun memotong bunga agar energi fokus ke daun. Jika Anda membiarkan bunga, berikan pupuk P setiap 3-4 minggu sekali. Setelah bunga layu, kurangi frekuensi pemupukan dan bersiap untuk fase dorman.
Memasuki fase dorman (saat daun mulai menguning dan rontok, biasanya di musim kemarau atau saat suhu turun), hentikan pemupukan sama sekali. Biarkan tanaman istirahat selama 2-3 bulan. Selama dorman, kurangi penyiraman drastis dan simpan umbi di tempat kering. Setelah tunas baru muncul (biasanya awal musim hujan), mulai lagi pemupukan dengan dosis ringan. Ingat, jangan memupuk saat tanah kering atau tanaman stres. Selalu siram tanaman sehari sebelum pemupukan untuk mencegah akar terbakar.