Media tanam yang paling ideal untuk keladi adalah campuran tanah topsoil, kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 untuk memastikan drainase berjalan lancar namun tetap mampu mengikat air. Siapkan umbi keladi yang berukuran minimal sebesar telur ayam, bebas dari luka atau busuk, dan sudah memiliki bakal mata tunas yang terlihat menonjol. Tanam umbi dengan posisi mata tunas menghadap ke atas sedalam 3 hingga 5 centimeter di dalam pot berdiameter minimal 25 centimeter atau langsung di atas bedengan taman yang gembur.
Penyiraman tanaman keladi harus dilakukan sebanyak dua kali sehari pada musim kemarau atau satu kali sehari saat musim hujan, dengan takaran air yang cukup untuk membuat media tanam lembap basah tetapi tidak sampai menggenang. Berikan pupuk organik cair atau kompos matang setiap dua minggu sekali pada fase vegetatif aktif untuk merangsang pembentukan daun baru yang lebar dan warna yang tajam. Lakukan penyiangan gulma secara rutin setiap minggu di sekitar pangkal tanaman serta pangkas daun yang sudah menguning atau tua untuk mencegah penularan penyakit.
Perbanyakan tanaman keladi dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui pemisahan anak umbi atau pembongkaran rumpun induk yang sudah berumur lebih dari delapan bulan setelah masa tanam pertama. Hati-hati saat mencabut atau memotong umbi anakan agar akar tidak rusak parah dan oleskan bubur abu atau arang pada bekas luka potongan untuk mencegah serangan jamur pembusuk. Dengan perawatan intensif ini, tanaman keladi hias kesayangan Anda akan tumbuh rimbun, sehat, dan mempercantik lanskap taman rumah secara konsisten.