Pada musim kemarau dengan kelembapan udara di bawah 60 persen, hama pemakan cairan seperti tungau merah dan kutu kebul berkembang sangat pesat. Sementara itu, pada musim hujan saat kelembapan media tanam tinggi, ulat grayak dan siput kecil lebih aktif merusak helai daun serta tangkai keladi. Pemahaman terhadap siklus hama musim ini membantu menentukan tindakan pencegahan yang tepat sasaran.
Pengendalian hama keladi sebaiknya dilakukan secara terpadu melalui sanitasi lingkungan, pembersihan mekanis, dan pemanfaatan bahan alami. Pembersihan daun menggunakan kain basah yang diusap lembut setiap 7 hari sekali terbukti ampuh menekan populasi kutu daun dan tungau tanpa merusak lapisan lilin keladi. Jika populasi hama meningkat, aplikasi pestisida hayati seperti minyak mimba dapat dilakukan pada sore hari.
Menjaga jarak tanam antarpot minimal 30 sentimeter juga sangat penting untuk memutus rantai penularan hama antar tanaman hias. Aerasi udara yang lancar di sekitar area perakaran dan kanopi daun akan merangsang pertumbuhan jaringan daun yang lebih tebal dan lebih tahan terhadap serangan hama pemakan daun.






