Penyiraman yang terlalu sering tanpa memperhatikan drainase pot justru menjadi pemicu utama pembusukan umbi. Jika media tanam terus basah dan tergenang selama lebih dari 48 jam, mikroba patogen anaerob akan merusak akar halus, menyebabkan penyerapan nutrisi terhenti sehingga daun tua di bagian bawah berubah warna menjadi kuning terang dan terkulai.
Sebaliknya, paparan sinar matahari terik secara langsung selama lebih dari 3 jam pada tengah hari dapat membakar jaringan klorofil daun keladi yang tipis. Gejala akibat sengatan surya ini ditandai dengan warna kuning kecokelatan yang kering di bagian tengah atau tepi daun, berbeda dengan daun kuning akibat penyiraman berlebih yang cenderung lunak dan basah.
Selain itu, keladi memiliki siklus hidup alami di mana tanaman akan menguningkan daun tua secara bertahap setiap 2 hingga 4 minggu untuk memindahkan energi ke pembentukan umbi baru. Pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik cair dosis rendah yang diberikan setiap 14 hari sekali selama periode pertumbuhan aktif akan membantu menjaga performa warna daun tetap cerah dan sehat.






