Penyebab paling umum adalah kekurangan air. Pada musim kemarau, kelembapan udara rendah dan penguapan tinggi, sehingga media tanam cepat kering. Ciri daun menguning akibat kekeringan biasanya dimulai dari tepi daun, lalu meluas ke tengah, dan daun terlihat layu. Solusinya adalah menyiram tanaman setiap hari pada pagi atau sore hari, pastikan air meresap hingga ke dasar pot. Mulsa organik seperti sekam atau sabut kelapa dapat membantu menjaga kelembapan.
Penyebab kedua adalah paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat. Keladi sebenarnya menyukai cahaya terang tidak langsung. Jika ditempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari langsung lebih dari 4 jam sehari, daun akan terbakar, menguning, dan mengering. Ciri khasnya adalah bercak kuning kecoklatan di bagian yang terkena sinar. Solusinya pindahkan tanaman ke tempat teduh, misalnya di bawah naungan paranet atau di teras yang tidak terkena sinar langsung.
Penyebab ketiga adalah serangan hama kutu putih (mealybug) atau tungau. Hama ini sering muncul saat musim kemarau karena kondisi kering mendukung perkembangbiakannya. Ciri serangan kutu putih adalah adanya lapisan lilin putih seperti kapas di permukaan bawah daun dan ketiak daun. Daun menguning dan pertumbuhan terhambat. Solusinya bersihkan hama secara manual menggunakan kapas basah atau semprotan air bertekanan. Untuk pengendalian lanjutan, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi ke penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi bahan kimia yang sesuai.