Keladi, Akar Keladi Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Swallowtail Garden Seeds / PDM

Akar Keladi Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali gejala busuk akar pada keladi saat musim hujan beserta langkah tepat penyelamatannya sebelum umbi rusak total.

Jawaban singkat

Memasuki musim hujan antara bulan November hingga Maret di Indonesia, kelembapan udara yang meningkat hingga lebih dari 80 persen menjadi tantangan besar bagi pecinta tanaman keladi. Curah hujan yang tinggi sering membuat media tanam dalam pot menjadi terlalu basah dan minim oksigen. Kondisi media tergenang ini merupakan lingkungan ideal bagi perkembangan patogen pembusuk akar yang dapat merusak sistem perakaran keladi hanya dalam waktu 3 sampai 7 hari.

Ringkas: Keladi

Cahaya
Ternaungi 40-60 persen (cahaya tidak langsung)
Penyiraman
Jaga media tetap lembap, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat menyukai kelembapan tinggi dan media yang gembur

Gejala awal keladi busuk akar ditandai dengan daun bawah yang mendadak menguning beruntun, diikuti tangkai daun yang melunak dan terkulai meski media tampak basah. Jika pot dibongkar, akar yang sehat berwarna putih segar akan berubah menjadi cokelat kehitaman, mudah putus, dan berbau tidak sedap. Penyiraman berlebihan serta pot tanpa lubang drainase memadai menjadi faktor pemicu utama pembusukan ini.

Langkah darurat harus segera dilakukan dengan membongkar pot dan memotong seluruh bagian akar serta jaringan umbi yang membusuk menggunakan alat tajam steril. Gunakan racikan media tanam baru yang sangat porous, misalnya formulasi sekam bakar, pasir malang, dan kompos dengan perbandingan volume 2:1:1. Penambahan kapur pertanian secukupnya juga membantu menjaga pH media tanam tetap stabil di angka 6,0 hingga 6,5.

Setelah penanganan awal, letakkan keladi di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara baik selama 10 hingga 14 hari tanpa terpapar air hujan langsung. Lakukan penyiraman secara terukur, yaitu hanya ketika lapisan media bagian atas sedalam 2 sampai 3 cm terasa kering saat disentuh. Dengan penanganan cermat, umbi keladi yang sehat akan mulai mengeluarkan tunas dan akar baru dalam waktu 3 minggu.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Pythium atau Phytophthora

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, lembek, berlendir tanpa bau menyengat yang tajam, dan media tanam sangat basah.

Solusi: Bongkar pot, buang akar busuk, pangkas jaringan umbi yang terinfeksi, lalu tanam ulang pada media porous yang baru.

Serangan Bakteri Busuk Lunak (Erwinia spp.)

Ciri: Umbi dan pangkal batang melunak drastis seperti bubur serta mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Solusi: Potong bagian umbi berbau busuk hingga tersisa bagian putih bersih, oleskan racikan penyembuh luka umbi, lalu anginkan hingga kering sebelum ditanam.

Drainase Buruk dan Asfiksia Akar

Ciri: Air menggenang di dasar pot lebih dari 12 jam, akar membusuk merata dari ujung tanpa ada ciri spesifik serangga.

Solusi: Ganti pot dengan lubang drainase lebih banyak dan perbaiki aerasi media menggunakan campuran sekam bakar berporositas tinggi.

Langkah-langkah

  1. Keluarkan tanaman keladi dari pot secara perlahan, lalu cuci umbi dan sisa akar di bawah air mengalir hingga bersih.
  2. Potong seluruh akar yang busuk dan sayat bagian umbi yang lembek menggunakan pisau steril hingga menemukan jaringan yang putih dan sehat.
  3. Oleskan fungisida atau bakterisida sesuai anjuran label produk pada bekas sayatan umbi, kemudian keringanginkan selama 1 hingga 2 jam.
  4. Tanam kembali umbi keladi ke dalam pot berisi media tanam baru yang porous, lalu letakkan di area teduh bersirkulasi udara lancar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah umbi keladi yang akarnya habis total masih bisa diselamatkan?

Bisa, selama bagian umbi utamanya masih keras dan memiliki jaringan sehat. Umbi akan mengeluarkan akar baru setelah ditanam pada media tanam yang porous dan tidak terlalu basah.

Mengapa keladi tetap membusuk padahal sudah jarang disiram saat musim hujan?

Kelembapan udara harian yang tinggi dan sirkulasi udara yang buruk di sekitar tanaman dapat membuat media bertahan basah sangat lama, memicu perkembangan jamur patogen meski tidak disiram.

Bolehkah menggunakan kembali tanah bekas tanaman keladi yang busuk akar?

Tidak disarankan. Tanah bekas tersebut mengandung spora jamur atau bakteri patogen yang dapat menulari tanaman lain. Buang atau sterilkan tanah terlebih dahulu dengan pengukusan jika ingin digunakan lagi.

Bagaimana cara membedakan pembusukan akibat jamur dan akibat bakteri?

Pembusukan akibat bakteri biasanya ditandai dengan bau menyengat yang sangat khas dan jaringan umbi berubah melunak seperti bubur, sedangkan pembusukan akibat jamur cenderung tidak berbau menyengat.

Seberapa sering penyiraman keladi yang ideal selama musim hujan berlangsung?

Lakukan penyiraman sekitar 2 hingga 4 hari sekali, atau cek terlebih dahulu dengan menusukkan jari 2 sampai 3 cm ke dalam media. Siram hanya jika media teratas terasa mulai kering.

Lebih lanjut tentang Keladi

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.