Langkah awal dalam diagnosis diferensial adalah memeriksa tekstur media tanam serta kondisi umbi dengan menggali tanah setinggi 3 hingga 5 sentimeter di sekitar pangkal batang. Apabila media tanam terasa sangat kering, mengeras, dan terlepas dari dinding pot, kelayuan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri akibat dehidrasi. Sebaliknya, jika media tanam terasa sangat basah, becek, dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, layunya tangkai merupakan indikasi kuat adanya infeksi patogen pembusuk umbi.
Pemulihan keladi layu akibat dehidrasi dilakukan dengan pemberian air secara bertahap sebanyak 250 hingga 500 mililiter per pot pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB, ditambah penyemprotan kabut air pada permukaan daun 2 kali sehari selama terik kemarau. Jika kelayuan disebabkan oleh pembusukan umbi, segera bongkar tanaman, pangkas bagian umbi yang lunak menggunakan pisau bersih, oleskan serbuk arang kayu atau kapur pertanian pada bekas potong, lalu pindahkan ke media tanam baru yang lebih poros.
Untuk tindakan pencegahan jangka panjang, tambahkan mulsa sabut kelapa setebal 2 sentimeter di atas permukaan pot guna menahan penguapan air selama musim kemarau. Berikan pupuk organik cair dengan konsentrasi rendah setiap 14 hari sekali untuk memperkuat struktur dinding sel tangkai daun, serta pastikan pot diletakkan di lokasi yang menerima sinar matahari tidak langsung dengan peneduh paranet 50 hingga 60 persen.






