Selain kekurangan air, kondisi media tanam yang terlalu padat dan jarang diganti juga memicu masalah layu pada keladi. Media yang miskin bahan organik tidak mampu mengikat kelembapan dengan baik, sehingga penyiraman setiap pagi atau sore hari sering kali belum mencukupi kebutuhan harian tanaman. Di sisi lain, penyiraman yang berlebihan pada tanah yang mampet justru mengundang pembusukan akar yang berujung pada kematian jaringan tanaman secara perlahan.
Untuk memulihkan keladi yang layu, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memindahkan pot ke area teduh dengan intensitas cahaya matahari tidak langsung sekitar 50 hingga 70 persen. Lakukan penyiraman secara perlahan hingga media tanam benar-benar lembap merata, namun pastikan air sisa siraman dapat mengalir keluar dengan lancar melalui lubang drainase di bagian bawah pot. Pemangkasan daun yang sudah mengering total juga perlu dilakukan agar cadangan nutrisi tanaman fokus untuk memulihkan umbi dan tunas baru yang masih sehat.
Pencegahan jangka panjang untuk keladi di musim kemarau melibatkan penambahan mulsa organik seperti jerami halus atau serbuk kelapa di atas permukaan media tanam untuk menekan penguapan air. Lakukan penyiraman dua kali sehari secara konsisten pada pagi hari sebelum pukul sembilan dan sore hari setelah pukul empat agar air meresap optimal. Pemupukan dengan kandungan hara seimbang diberikan setiap tiga minggu sekali guna memperkuat ketahanan fisik tanaman menghadapi cuaca panas ekstrem.