Media tanam yang ideal untuk keladi harus memiliki porositas tinggi dan kaya bahan organik agar umbi tidak mudah membusuk. Gunakan campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1, atau tambahkan cocopeat yang sudah dicuci bersih untuk menjaga kelembapan. Penggantian media tanam atau repotting sebaiknya dilakukan setiap 6 hingga 8 bulan sekali agar nutrisi tanah tetap terjaga dan umbi memiliki ruang cukup untuk berkembang.
Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi musim di Indonesia. Pada musim kemarau, siram tanaman keladi sebanyak 1 kali sehari pada pagi hari sebelum jam 09.00 WIB dengan volume air sekitar 200-300 ml per pot ukuran sedang hingga media terasa lembap namun tidak becek. Sementara pada musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi 2 hingga 3 hari sekali tergantung pada kecepatan keringnya media tanam untuk mencegah pembusukan umbi akibat genangan air.
Pemupukan rutin merupakan faktor penting untuk merangsang pertunasan dan menjaga kilau warna daun keladi. Berikan pupuk organik cair yang dikocorkan pada media tanam setiap 2 minggu sekali, atau pupuk majemuk slow-release sebanyak 1 sendok teh yang ditaburkan di pinggir pot setiap 3 bulan sekali. Selain itu, pangkas daun-daun tua atau layu yang berada di bagian paling luar menggunakan gunting steril untuk mendorong tumbuhnya tunas daun baru yang lebih segar.






