Pada fase bibit (tanaman baru berakar, tinggi <15 cm), gunakan pupuk dengan kandungan Nitrogen (N) lebih tinggi untuk merangsang pertumbuhan daun dan akar. Pupuk organik cair seperti ekstrak kompos atau pupuk kandang encer (1:10) bisa diberikan setiap 2 minggu sekali. Alternatif, pupuk kimia seimbang dengan rasio NPK 20-10-10 dilarutkan setengah dosis dari rekomendasi kemasan. Aplikasi dilakukan pagi atau sore hari, hindari siang terik.
Memasuki fase vegetatif (tinggi 15-40 cm, banyak daun baru), tanaman membutuhkan pupuk dengan kandungan Nitrogen dan Kalium (K) seimbang, misalnya NPK 15-15-15 atau 20-10-20. Berikan setiap 3-4 minggu sekali dengan dosis sesuai petunjuk label. Pada fase ini, pastikan media tanam lembab sebelum pemupukan untuk mencegah akar terbakar. Jika menggunakan pupuk slow release, taburkan 5-10 butir di permukaan pot setiap 3 bulan.
Fase dewasa (tanaman sudah besar, sering merambat atau digantung) membutuhkan pemupukan dengan Kalium lebih tinggi untuk memperkuat batang dan daun, serta sedikit Fosfor untuk pembungaan (jarang terjadi di dalam ruangan). Gunakan pupuk NPK 10-10-20 atau 15-15-30 setiap 4 minggu. Kurangi frekuensi menjadi 6-8 minggu sekali di musim hujan karena kelembaban tinggi bisa memicu busuk akar jika terlalu sering dipupuk. Selalu siram dengan air bersih setelah pemupukan untuk membersihkan sisa pupuk di daun.