Pemeriksaan rutin sebanyak dua kali seminggu pada bagian balik daun dan ketiak batang sangat penting dilakukan. Deteksi dini saat populasi hama masih di bawah lima ekor per daun dapat mencegah kerusakan estetika daun berlubang yang menjadi daya tarik utama tanaman hias ini. Jika dibiarkan, serangga pengisap cairan ini akan membuat daun menguning, melengkung, dan akhirnya gugur secara prematur.
Pengendalian mekanis dan penggunaan bahan alami merupakan langkah awal yang paling aman. Pembersihan permukaan daun secara berkala setiap 7 hingga 14 hari menggunakan kain lap basah atau larutan sabun pencuci piring encer terbukti efektif menekan akumulasi debu dan membasmi koloni hama fase awal. Metode ini menjaga daun tetap bersih sehingga proses fotosintesis berjalan optimal.
Selain perawatan fisik pada tanaman, sanitasi area sekitar pot juga tidak boleh diabaikan. Pastikan jarak antar pot minimal 30 cm untuk menjaga sirkulasi udara tetap lancar dan mencegah penularan hama antar tanaman. Hindari pula genangan air pada tatakan pot untuk memutus siklus hidup serangga pengganggu dan mencegah infeksi sekunder oleh jamur pembusuk akar.






