Kutu putih (Planococcus citri) biasanya bersembunyi di sela-sela daun dan batang, meninggalkan lapisan lilin putih seperti kapas. Tanaman tampak kusam, daun menguning, dan ada embun madu (cairan lengket) yang bisa memicu jamur jelaga. Pengendaliannya: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair lembut per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu, atau lap kutu dengan kapas alkohol 70%. Jangan lupa periksa bagian bawah daun.
Tungau laba-laba (Tetranychus urticae) menimbulkan bintik kuning kecil (stippling) di permukaan daun dan jaring halus di bawah daun. Serangan parah membuat daun kering dan rontok. Hama ini suka udara kering. Tingkatkan kelembaban dengan menyemprot kabut air pada pagi hari, atau letakkan tanaman di atas nampan berisi kerikil basah. Untuk pengendalian, semprot dengan air bertekanan untuk membersihkan tungau, lalu gunakan sabun insektisida sesuai label.
Thrips (Thrips parvispinus) menyebabkan daun keriput, bercak perak atau kecoklatan, dan pertumbuhan terhambat. Mereka sangat kecil dan aktif di malam hari. Gunakan perangkap lengket biru atau kuning untuk memantau. Pengendalian: semprot dengan minyak neem (2 ml per liter air) setiap 5-7 hari, dan pastikan tanaman tidak stres kekeringan. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi insektisida yang tepat.